Penderita Kelainan Gizi Butuh Uluran Tangan

Majene

Mapos, Majene – Salah seorang warga Lingkungan Garo’go Kelurahan Baru Kecamatan Banggae yang terindikasi mengidap kelainan gizi bernama Jumardi (12) kini tengah ditangani ahli di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Majene.

Lurah Baru, Irfan bersama petugas kesehatan menyambangi rumah penderita.

Hanya saja, penderita dari keluarga kurang mampu ini masih butuh uluran tangan dermawan.

Lurah Baru, Irfan kepada Mapos Rabu (2/5/2018) mengatakan, anak dari pasangan Jusman dan Hasmia terdeteksi oleh petugas kesehatan Puskesmas Totoli menderita kelainan gizi pada saat melakukan pendataan program Indonesia sehat dengan pola pendekatan keluarga (PIS PK) pada akhir Maret 2018 lalu.

Usai menerima laporan ada anak yang memiliki kelainan pertumbuhan kata Irfan, oleh petugas kemudian melakukan intervensi awal dan melaporkan ke Puskesmas. “Tak lama, Jumardi dikunjungi oleh tim yang terdiri dari dokter umum, perawat, petugas gizi, petugas Promkes, petugas Kesling dan seluruh petugas penanggungjawab lingkungan Garo’go,” ujar Irfan.

Lebih jauh katanya, dari hasil koordinasi oleh Puskesmas dengan kepala lingkungan Garo’go, Lurah Baru dan selanjutnya ke Camat Banggae sambil terus melakukan pemantauan,  akhirnya diputuskan untuk merujuk Jumardi ke RSUD Majene guna mendapatkan perawatan intensif.

Hingga saat ini Jumardi masih menjalani rawat jalan oleh dr Heldalina – dokter ahli anak RSUD Majene.

“Mohon do’anya supaya cepat sembuh,” kata Irfan.

Meskipun keluarga Jumardi menerima sejumlah bantuan dari pemerintah seperti bedah rumah swadaya, KIS dan Rastra, Jumardi tetap mengharapkan uluran tangan dari para dermawan, karena kaluarga Jumardi terbilang keluarga tidak mampu.

“Uluran tangan para dermawan sangat diharap untuk perbaikan asupan gizinya. Kebetulan orang tua penderita tergolong masyarakat kurang mampu,” tandas Irfan.

(ipunk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *