Pemkab Pasangkayu Angkat Konsep Program Pengembangan Udang Vaname di Forum IDF

Adventorial

Mapos, Banjarmasin – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasangkayu, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) yang diwakili oleh Penjabat Sekkab Firman menghadiri diskusi publik yang dikemas dalam Indonesia Development Forum (IDF) 2018. Kegiatan itu berlangsung di Banjarmasin, Rabu (30/5/2018). Firman turut didampingin Staf Khusus Bupati Bidang Hukum dan Pemerintahan Annas C Saputra, Asisten I Makmur dan Staf Ahli Ilham.

Forum yang di fasilitasi oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) RI ini, mengangkat tiga tema sentral, yakni Pengembangan Pusat Pertumbuhan: Tantangan dan Praktik Baik, Penguatan Konektivitas Indonesia Sebagai Negara Kepulauan dan Inovasi Dalam Tata Kelola Pemerintahan dan Pembangunan Daerah.

Di forum yang dihadiri oleh perwakilan daerah-daerah Pulau Kalimantan dan Sulawesi itu, Pemkab Pasangkayu mengangkat isyu tentang pengembangan program udang vaname, yang sementara ini berjalan di Pasangkayu.

Asisten I Bidang Pemerintahan Pemkab Pasangkayu, Makmur, menyampaikan, pengembangan udang vaname ini sengaja diangkat, sebab program yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) beberapa tahun silam itu, menjadi salah satu program unggulan di Kabupaten Pasangkayu. Ia berharap program itu nantinya dapat menjadi salah satu program preoritas nasional.

“Hasil pertemuan ini nanti akan dibahas ditingkat pusat

“Jadi di Pasangkayu misalnya ada potensi udang vaname. Nah, bagaimana kemudian pemerintah pusat diharapkan mengambil peran terhadap upaya pemasaran melalui konektifitas dengan pulau atau daerah-daerah lain,” tuturnya.

Sementara dalam kesempatan itu, Deputi Bidang Pengembangan Regional Bappenas RI, Arifin Rudiyanto, dalam sambutannya mengatakan, forum IDF ini akan mendorong diskusi terbuka mengenai isu-isu dan tantangan utama dalam mengatasi laju pembangunan manusia dan ekonomi yang tidak merata di seluruh Indonesia.

“Acara ini akan menampilkan penelitian dan praktik yang berhasil dari para ahli dan praktisi, dengan tujuan menghasilkan rekomendasi untuk Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2020-2024,” ujar Arifin.

, pada tanggal 10 sampai 11 Juli mendatang di Jakarta. Nah kami mengangkat program pengembangan udang vaname karena di forum IDF ini menjaring praktik pembangunan yang sesuai dengan karakteristik wilayah dan kearifan lokal,” terangnya.

Menurutnya, usulan program pengembangan udang vaname ini ke tingkat pusat, terkhusus bagi upaya pengelolaan dan pemasaran komoditi andalan di kabupaten paling utara Sulbar itu.

(*)

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.