Pemda Mamuju Buka Posko Penyaluran Bantuan

Mamuju

Mapos, Mamuju – Pasca gempa bumi 7,4 SR disertai tsunami di Palu-Donggala, Sulteng pada Jumat (28/9/2018) kemarin yang mengakibatkan 385 korban meninggal dunia. Pemerintah Kabupaten Mamuju bergerak cepat menyiapkan posko khusus penyaluran bantuan bencana.

Bupati Mamuju H. Habsi Wahid saat dikonfirmasi (Sabtu 29/09/2018 ) mengatakan, dirinya telah menginstruksikan kepada jajarannya untuk segera membangun posko di beberapa titik.

“Mengingat daerah kita ini adalah salah satu jalur yang paling memungkinkan dapat dilalui untuk mendistribusikan bantuan menuju lokasi bencana, baik lewat jalur darat trans sulawesi yang menghubungkan Sulsel dan Sulteng,” ujar Habsi.

Ia menambahkan, di Mamuju juga bisa lewat jalur udara melalui Bandar udara Tampa Padang.

Oleh karena itu, sangat perlu disiapkan posko, untuk melayani pemberian informasi dan yang lebih penting untuk menampung sekaligus akan menyalurkan bantuan tersebut lewat jalur darat menuju ke Palu dan Donggala.

“Posko yang rencananya dibangun pada dua titik utama yakni di kantor BPBD Mamuju, jalan Ir. H. Djuanda dan posko kedua dilokasi jalur dua area bandara Tampa Padang,” jelas Habsi.

Selain itu, lanjut Habsi, di terminal bandara akan dijadikan tempat transit bantuan ataupun menjadi tempat istirahat bagi mereka yang melalui Mamuju untuk membawa bantuan ke Palu-Donggala.

“Saya sudah siapkan perangkatnya sekaligus akomodasi penyaluran bantuan tersebut lewat jalur darat melalui OPD terkait utamanya Dinas Sosial dan BPBD,” sebut Habsi.

Menurut Habsi, pembentukan tim posko  bantuan tersebut akan diketuai oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Mamuju, H. Suaib dan menyertakan unsur TNI, Polri serta otoritas bandara sebagai formatur.

“Tim akan bertugas di posko yang telah ditentukan selama 24 jam untuk menerima penyaluran bantuan dan selanjutnya menyalurkan bantuan,” terangnya.

Ia mengatakan, posko dibangun untuk kemanusiaan.

Bupati Mamuju, H. Habsi Wahid.

“Kita harus bahu-membahu membantu saudara-saudara kita di Palu, Donggala dan sekitarnya. Apapun jenis kontribusinya pada prinsipnya Mamuju siap menjadi jembatan bantuan ke lokasi bencana,” tutup Hasi Wahid.

(usman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *