Pembangunan Pasar Tradisional Dayanginna Menuai Sorotan

Peristiwa

Mapos, Mamuju – Pembangunan pasar Tradisional Dayanginna di Kelurahan Dayanginna Kecamatan Tapalang, Kabupaten Mamuju yang menghabiskan anggaran APBN 2017 sebesar 5 Miliar menuai sorotan dari berbagai elemen.

Kondisi didepan pasar tradisional Dayanginna tanpa paving.

Salah satunya dari masyarakat setempat. Mereka mempertanyakan pemanfaatan pasar tersebut serta pembangunannya yang hingga kini belum rampung 100 persen.

Lurah Dayanginna, Lenny yang ditemui mamujupos.com menjelaskan, pembangunan pasar tradisional yang berada di wilayahnya, dirinya sebagai pemerintah kelurahan belum mengetahui pasti kapan pasar itu rampung dan kapan dimanfaatkan.

” Saya tidak tahu, apakah bangunan pasar itu sudah rampung atau belum. Karena memang tidak ada laporan ke kami sebagai pemerintah disini oleh kontraktornya,” katanya.

Dirinya mengaku, bahwa ada beberapa masyarakat atau pedagang yang menyampaikan keluhan ke pemerintah Kelurahan Dayanginna. Beberapa Keluhannya itu kata dia, adalah ditemukannya lantai tegel yang katanya retak serta areal pasar terlihat masih becek karena belum di paving.

Dok. 1

”Mulai dari pembangunan hingga sekarang, saya belum pernah kesana apalagi melihatnya, tapi namanya keluhan tetap saya tampung karena mereka warga saya. Keluhan warga sudah saya sampaikan ke kepala pasar agar tolong disampaikan ke Disperindag Kabupaten Mamuju,” terangnya.

“Yang membuat saya tidak enak hati, ada salah satu yang menghubungi saya dan mengaku sebagai kepala bidang di Dinas tersebut yang mengatakan lurah tidak punya hak dan wewenang mencapuri urusan pasar. Namun karena keluhan warga harus saya sampaikan ke dinas yang mengelola pasar tersebut,” sambungnya.

Selain itu kata Lenny, jika pasar tradisional Dayanginna difungsikan, berharap kepada pengelolah pasar agar tidak memberatkan para pedagang setempat, khususnya masalah sewa los pasar.

“Setahu saya sewa los pasar lama hanya Rp15 ribu dan Rp2 ribu karcis setiap hari. Namun untuk sewa pasar yang baru saya tidak tahu. Dinas menyerahkan semua urusan pasar ke kepala pasar,” terangnya.

Kondisi pasar dilantai 2

Pantauan media ini, pada ruangan lantai 2 pasar tersebut, ditemukan rangka besi yang belum rampung. Tidak hanya itu, areal pasar masih ditemukan genangan air yang tidak memiliki limbah pembuangan akhir. Selain itu, pasar tersebut juga belum memiliki aliran listrik.

Sementara itu, dikonfirmasi terkait kondisi pasar Dayanginna, Iwan yang juga selaku PPK pasar tersebut mengklaim bahwa pembangunan pasar Dayanginna telah rampung dan saat ini masih dalam tahap pemeliharaan selama Enam Bulan.

Dia mengatakan, pasar tersebut beberapa item pekerjaan memang tidak masuk dalam RAB, seperti pemasangan paving block serta listrik.

”Memang pemasangan paving block itu tidak ada dalam RAB sehingga tidak dikerjakan dan untuk aliran listriknya, pihaknya hanya memasang instalasi karena anggaran penyambungan aliran listrik tidak ada,” ungkap Iwan.

Sementara pemasangan besi yang posisinya berada diatas setiap plafon los pasar, kata Iwan, itu sudah sesuai gambar, fungsinya untuk pengamanan.

”Posisi besi sudah seperti itu hanya sebagai pengaman plafon,” tuturnya.

Dia menjelaskan, pasar tersebut masih dalam tahap pemeliharaan. Jika pasar itu mengalami kerusakan, pihak rekanan masih bertanggung jawab dalam melakukan perbaikan hingga masa waktu yang telah ditentukan.

(toni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *