Pembangunan Irigasi di Tommo, Riwayatmu Kini

0
108

Mapos, Mamuju – Pembangunan Irigasi di Kecamatan Tommo menyisakan banyak cerita di kalangan warga petani. Irigasi yang berada di Desa Tommo Kecamatan Tommo Kabupaten Mamuju ini dinilai mangkrak, tak jelas kelanjutannya.

Hingga kini, irigasi yang disebut sebagai ‘proyek abadi’ itu tak kujung rampung. Menurut informasi yang didapat kan dari masyarakat Tommo bahwa proyek pembangunan irigasi untuk mengairi persawahan disekitar wilayah Kecamatan Tommo itu, rupanya dikerjakan sejak tahun 2009.

Dan umur proyek yang sudah 11 tahun serta biaya pembangunannya sudah pasti menelan biaya miliaran rupiah. Namun hingga saat ini, masyarakat petani hanya bisa melihat bangunan irigasi yang membelah persawahannya dari ujung ke ujung, karena sama sekali tidak memberikan manfaat bagi petani sawah. Dimana irigasi sebagai sarana pengairan untuk mengairi persawahan, namun kenyataannya sama sekali tidak berfungsi alias menjadi barang pajangan.

https://mamujupos.com/wp-content/uploads/2021/02/IMG-20210212-WA0059.jpg

Kepala Desa Campaloga Kecamatan Tommo, Ridwan saat di temui wartawan mamujupos.com usai menghadiri kegiatan pra Musrembang di kantor Camat Sampaga mengungkapkan bahwa sudah 13 tahun menjabat sebagai Kepala Desa Campaloga, keberadaan irigasi yang diperuntukan bagi petani persawahan hingga kini belum bisa memberikan manfaat.

“Qalaupun hanya setetes bagi petani desa ini. Bahkan sebagian proyek dikabarkan masih melangsungkan pekerjaannya. Kondisi ini sangat disayangkan jika dilakukan pembiaran tanpa ada pengawasan,” katanya, Jumat (05/03/2021)

“Selama 13 tahun saya menjabat Kepala Desa di Campaloga sampai sekarang. Sudah 11 tahun pekerjaan pembangunan irigasi ini tidak ada beres-beres. Dan melihat harapan masyarakat petani sawah, saya merasa sangat kasihan. ” ujar Ridwan menambahkan.

Ia berharap, pemerintah dan APH bisa kembali melihat langsung proyek ini dan berdialog dengan warga masyarakat petani terkait permasalahannya.

“Karena apa gunanya pembangunan irigasi yang menghabiskan triliunan rupiah jika asas manfaatnya tidak ada?” katanya.

(texan yosafat)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.