Pembagian PI Blok Sebuku Memanas, Aliansi Rakyat Majene Gelar Rapat Akbar

Majene

Mapos, Majene – Kebijakan Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar (ABM) atas pembagian participating interest (PI) di Blok Sebuku Lerek-lerekang dinilai oleh rakyat Majene tidak mencerminkan rasa keadilan sehingga menjadi isu panas di kalangan masyarakat Majene. Akibatnya, aliansi masyarakat Majene menggelar rapat akbar untuk persiapan aksi demo yang direncanakan Jum’at (8/6/2018).

Dalam rapat akbar di salah satu cafe di Majene Kamis (7/6/2018) malam terungkap bahwa Kabupaten Majene berhak mendapatkan jatah PI 50:50 atas Blok Sebuku. Dengan alasan itu sehingga tuntutan masyarakat Majene harus segera diwujudkan.

Menurut salah seorang peserta rapat Adi Ahsan, dalam kajian aturan atas Permen 37 tahun 2016 yang menjadi landasan gubernur ABM tidak satu pasalpun yang mengatur ada kewenangan Provinsi atau Gubernur untuk melakukan pembagian pada PI.

“Saya khawatir, staf ahli gubernur bukan staf ahli yang mumpuni,” kata Adi Ahsan.

Jika PP 37 tahun 2016 khususnya di pasal 4, katanya yang dijadikan pegangan oleh Gubernur dalam membuat nota kesepahaman atas pembagian PI Blok Sebuku 3 persen untuk provinsi dan 1 persen untuk Kabupaten Majene maka gugur dengan sendirinya.

“Karena jarak Lerek-lerekang bukan 12 mil melainkan 80 mil. Kalau 80 mil berarti kewenangan ada pada pemerintah pusat. Nah, pemerintah pusat sudah mengatur itu dengan sistem pembagian 50:50. Artinya, Pemprov Sulbar 2,5 persen dan Kabupaten Majene 2,5 persen,” urai Adi Ahsan.

Lebih jauh kata dia, sesuai bocoran dari Pansus, hasil 2,,5 persen dari Blok Sebuku bisa mencapai Rp1,3 triliun. “Ini saya dapat dari Pansus tapi belum valid,” katanya.

Dia juga menyebut, aksi yang akan dilakukan masyarakat Majene nantinya bukan lagi soal uang, melainkan soal harga diri Majene.

Turut hadir dalam rapat akbar tersebut, Kapolres Majene AKBP Asri Effendy, Ketua DPRD Majene Darmansyah, tokoh pemuda dan tokoh-tokoh politik lainnya serta elemen mahasiswa.

Dari hasil kesimpulan rapat terkuak, bahwa aksi demo tetap dilaksanakan pada Jum’at (8/6/2018) ba’da Ashar atau sekitar pukul 15.30 Wita di Bundaran Tugu Pahlawan Pusat Pertokoan Majene.

Sementara tokoh politik lainnya, Hasriadi mengancam ABM agar tidak melintas ke Kabupaten Majene tepatnya di Kecamatan Malunda karena massa aksi juga akan memalang lalulintas di wilayah itu.

(ipunk)

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.