Pelaku Pembunuhan Berencana di Topoyo Terancam Hukuman Mati

Hukum

Mapos, Mamuju – Jaluddin harus meregang nyawa setelah mendapat tusukan diperut. Mayat Jaluddin ditemukan disamping motornya pada Jumat (5/10/2018) pukul 06.00 Wita, di Dusun Ngapaboa, Desa Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulbar.

Pelaku adalah inisial DR, seorang ibu rumah tangga. Pengungkapan kasus tersebut berdasarkan laporan polisi, LP/57/X/2018/Sulbar/Res Mamuju/Sek Pra Rural Topoyo, tanggal 5 Oktober 2018.

“Korbannya bernama Jaluddin alias Papa Endang. Tewasnya korban akibat luka tusukan di perut sebanyak satu kali,” kata Dir Krimum Polda Sulbar Kombes Pol. Yaved Duma Parembang saat menggelar press conference di aula Dir Lantas, jalan Ahmad Kirang Mamuju. Senin (15/10/2015).

Dia mengatakan, motif pembunuhan itu adalah, hubungan asmara tersembunyi.

“Pelaku membunuh korban karena enggan rahasianya diketahui oleh suami pelaku,” ungkapnya.

Pelaku ditangkap hasil dari pengembangan tim Resmob bersama Polsek Topoyo.

Yaved menuturkan, pada Sabtu (6/10/2018), tim menerima informasi dari Bhabinkamtibmas Desa Pangale Polsek Sampaga Brigadir Sasli.

“Ada seorang wanita datang melapor dan mengakui bahwa dirinya telah melakukan pembunuhan di Topoyo. Kemudian tim bergerak dan mengamankan pelaku,” ungkap Yaved.

Dari pengakuan pelaku, lanjut Yaved, pelaku sengaja menikam korban menggunakan parang sepanjang 40 cm agar rahasianya tidak terbongkar.

“Memang dari awal, pelaku memiliki niat untuk menghabisi korban,” terang Yaved.

Barang bukti yang dipegang oleh petugas dari Dir Krimum Polda Sulbar.

Barang bukti yang diamankan polisi, diantaranya, satu bilah benda tajam berupa parang dengan panjang Sekitar 40 cm tanpa gagang, satu lembar baju kaos berwarna hitam yang di pakai korban, satu lembar celana panjang berwarna coklat milik korban, satu ikat pinggang milik korban, satu unit handphone Merk Nokia warna biru milik pelaku, satu unit handphone Merk Hammer warna hitam merah milik korban, dan satu unit sepeda motor warna biru putih dengan nomor Polisi Dc 4385 CZ yang dipakai korban.

Pelaku didampingi petugas dari Dir Krimum Polda Sulbar.

“Atas perbuatannya, pelaku bakal kita ancam pasal 340 Subs Pasal 388 KUHP dengan hukuman mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama kurun waktu tertentu, paling lama 20 tahun,” tutup Yaved.

(toni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

loading...