Pasien di RSUD Sulbar Terlantar

Berita Terbaru Berita Utama Kesehatan Mamuju Peristiwa Sulawesi Barat
Pasien preman.

Foto : Pasien Preman sedang dijaga sanak keluarganya.

Mapos, Mamuju – Pasca mundurnya para dokter spesialis di RSUD Regional Sulbar, pelayanan di RS itu semakin memperihatinkan. Pasalnya, pasien rawat inap hingga kini belum mendapat pemeriksaan dari dokter spesialis.

Sebut saja Preman (60), pasien yang baru satu hari menginap di ruangan perawatan RSUD Sulbar mengaku, sampai hari ini belum ada dokter yang memeriksanya. Hanya perawat saja yang sering melakukan pengecekan dan memeriksa kondisi kesehatan bapak asal Desa Sese Kelurahan Simboro Kecamatan Mamuju itu.

“Yang saya tau nak, sampai sekarang belumĀ ada dokter yang periksakah. Yang ada hanya perawat yang sering mengontrol tali infus yang masih melekat ditanganku. Saya belum tau kenapa belum ada dokter, ” kata Preman. Minggu (31/12/2017).

Ia mengatakan, jika sampai besok tidak ada dokter, keluargaku akan meminta pindah ke rumah sakit lain yang ada dokternya.

“Saya baru mengetahui kalau dokternya mundur. Andaikan dari awal ditahu mungkin di RS lain saja saya minta dirawat. Tidak mungkin perawat yang tahu perkembangan penyakit saya,” terangnya.

Preman mengatakan, seharusnya ini menjadi perhatian yang serius oleh pemerintah, bisa terlantar pasien kalau begini.

Terpisah, salah seorang dokter umum yang namanya enggan dipublish mengaku, setelah para dokter spesialis mundur dari tugasnya sebagai pelayan kesehatan, bila ada pasien masuk, pihaknya langsung mengambil tindakan medis agar si pasien kondisinya dapat stabil. Jika memungkinkan bisa dirawat inap. Namun jika tidak bisa ditangani, terpaksa pasien dilakukan tindakan untuk dirujuk disebabkan dokter spesialis kosong.

“Itu tindakan yang bisa dilakukan jika ada pasien masuk, tetap mendapatkan penangananĀ dari dokter jaga, melakukan tindakan menstabilkan pasien. Jika memang pasien itu harus mendapat penanganan dokter spesialis, ya terpaksa kami lakukan rujukan,” tutur dokter muda itu saat ditemui di ruangan UGD.

(Aji)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *