Para Perawat di Matra Mengadu ke Bupati

Berita Terbaru Berita Utama Mamuju Utara Peristiwa Sulawesi Barat

Mapos, Pasangkayu – Aksi mogok yang dilakukan puluhan perawat di RSUD Ako Mamuju Utara sejak sabtu kemarin berbuntut panjang. Mereka pun mendatangi Rujab dan mengadukan nasib mereka langsung kepada Bupati.

Mereka mengadu soal honor jasa medik yang tidak sesuai dengan ketentuan. Manajemen RSUD Ako dan BPJS dinilai tidak transparan.

Sempat terjadi kesalahpahaman antara bupati dengan perawat yang dinilai telah memberikan citra buruk terhadap RSUD Ako Mamuju Utara. Namun akhirnya puluhan perawat ini kemudian bersedia kembali melakukan aktivitasnya di RSUD Ako Mamuju Utara.

Salah seorang perawat, Mardin, yang ikut dalam aksi tersebut mengatakan, BPJS dinilai tidak transparan dalam mengelola dan membayar jasa medik.

“Inilah yang membuat para perawat melakukan aksi mogok,” katanya, Minggu (31/12/2017).

Bupati Mamuju Utara Agus Ambo Djiwa, Mengatakan, mogoknya perawat karena ada misscomonikation dengan manajemen RSUD.

“Tuntutan Perawat ini akan kita kaji karena disini ada kesalahpahaman dengan manajemen. Ada faktor nafkah yang jadi kendala.¬†Tindalanjut dari hasil pertemuan ini, saya akan melakukan rapat dengan manajemen RSUD dan BPJS untuk menggali lagi masalah ini agar bisa memberikan solusi dan tidak ada yang dirugikan,” tuturnya.

Dari hasil pemantauan di RSUD Ako, pelayanan di ruang perawatan dan UGD kembali berjalan normal seperti biasa.

(joni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *