Para Ibu Histeris Menyaksikan Suaminya Ditahan. Pengacara : Tuduhan Tidak Mendasar

Histeris melihat suaminya ditahan dengan alasan tidak masuk akal dan tidak adil
Histeris melihat suaminya ditahan dengan alasan yang dinilai  tidak adil

Mapos, Matra – Dituduh menyerobot dan mencuri buah kelapa sawit di wilayah HGU PT. Mamuang Kabupaten Mamuju Utara (Matra). Empat warga Desa Palanto Jaya, Kecamatan Rio Pakava, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah ditahan dan diadili di Pengadilan Negeri Pasangkayu.

Merasa dikriminalisasi oleh pihak perusahan yang menuding, puluhan wargadari Desa melakukan aksi di depan kantor Pengadilan Negeri Pasangkayu.

Para ibu membawa anak-anak mereka yang masih kecil. Mereka histeris meluapkan emosinya yang menggebu. Suami mereka ditahan di lahan yang selama ini menjadi tumpuan hidup dan sudah digarap selama bertahun-tahun.

“Suami kami dituduh mencuri dan ditahan. Ini tidak adil karena lahan itu sudah bertahun-tahun kami garap. Kami pun makan apa kalau suami ditahan?,” kata salah seorang ibu yang identitasnya enggan dimediakan.

Sambil meneteskan air mata, dia membacakan surat terbuka untuk Presiden Jokowi.

Para ibu meminta PT. Mamuang memperlihatkan peta HGU asli di hadapan masyarakat. Mereka juga menuding perusahaan ini dengan sengaja merampas lahan warga Desa Palanto seluas 42 hektar.

PT. Mamuang bergerak dibidang perkebunan kelapa sawit dan mempunyai HGU di wilayah Kabupaten Matra. Diduga dengan sengaja memperluas HGU secara sepihak ke wilayah Kabupaten Donggala.

Salah satu dari sembilan pengacara Perhimpunan Bantuan Hukum Rakyat dan Walhi Sulteng, Febrianto SH, mengatakan bahwa tuduhan pencurian yang disangkakan kepada Jupri, Sikusman, Paris dan Muliadi tidak mendasar.

“Ya, karena tuduhan pencurian itu berada dilahan masyarakat Desa Palanto sendiri,” tegasnya.

Fakta di lapangan, titegaskan, lahan seluas 42 hektar yang diklaim pihak PT. Mamuang sebagai HGU nyatanya sudah bersertifikat dan kedudukannya berada diwilayah Kabupaten Donggala.

(joni)

error: Maaf... ! Web ini di Protek yaaa...