Oknum PNS di Mamuju Diduga Cabuli Anak Tirinya

Peristiwa

Mapos, Mamuju¬†–¬†Oknum aparatur sipil negara (ASN) atau PNS di Mamuju diamankan polisi setelah dilaporkan melakukan dugaan pencabulan terhadap anak tirinya.

Pelaku berinsial ARS (48), pekerjaan ASN, alamat jalan Puatta Kelurahan Karema Utara Kecamatan Mamuju Kabupaten Mamuju, Sulbar.

Pelaku diamankan polisi pada Rabu (8/8/2018) pukul 23.15 Wita, sesuai dengan nomor laporan polisi LP/ 340 / VIII / 2018 / SPKT dengan pelapor korban inisial YU (16), pelajar dan tak lain adalah anak tiri dari pelaku.

Informasi yang diterima dari kepolisian, pelaku diamankan di jalan Yos Sudarso, TPI Mamuju, Kecamatan Binanga, Kabupaten Mamuju.

Sebelumnya Reskrim Polres Metro Mamuju mendapat laporan dugaan pencabulan.

Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti dan dilakukan penyelidikan.

Korban pun dilakukan visum di rumah Sakit Bhayangkara Polda Sulbar.

Hasil penyelidikan pelakunya mengarah pada ARS orang tua tiri Korban. Polisi pun kemudian mengamankan pelaku berdasarkan pengakuan dari korban.

Kasat Reskrim Polres Metro Mamuju, AKP Jamaluddin mengatakan, saat ini pelaku ditahan di Mapores Metro Mamuju. Kamis (9/8/2018).

Polisi melengkapi alat bukti dugaan pencabulan tersebut berupa hasil visum serta pengakuan dari korban sendiri.

Adapun kronologisnya, lanjut Jamaluddin, sesuai keterangan korban yang didampingi oleh Komisi Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kabupaten Mamuju mengatakan, pelaku sudah sering kali menyetubuhi korban.

“Awal mula terjadinya dugaan pencabulan pada tahun 2013, dimana pelaku menjemput korban pada saat pulang sekolah. Sesampai di rumahnya, korban melancarkan aksinya. Pelaku menarik tangan korban kedalam kamar dengan paksa,” ujarnya.

Kemudian pelaku menutup mulut korban dengan bantal dan selanjutnya korban digauli.

“Dan terakhir, pelaku melancarkan aksinya pada tanggal 1 Agustus 2018,” tutup Jamaluddin.

Jamaluddin mengatakan, pelaku kita amankan di jalan Yos Sudarso, Pelelangan Ikan (PI)

“Pelaku akan di massa oleh warga di Karema, hanya saja pada saat itu pelaku tidak berada di rumahnya. Makanya kita cepat amanakan pelaku,” sebut Jamaluddin.

Korban didampingi PPA Mamuju.

Sementara itu, Kepala Ke****g Kabupaten Mamuju, H. Syamsuhri Halim, mengatakan, sedih dan sangat menyayangkan atas kejadian itu.

“Kami sangat menyayangkan musibah itu terjadi, apalagi yang bersangkutan terkenal baik selama bekerja,” tuturnya.

Ia mengatakan, apabila terbukti yang bersangkutan melakukan perbuatan itu, tidak ada toleransi. Sanksi yang paling berat adalah pemecatan. Itupun bersadarkan BAP nantinya.

“Semua tergantung dari K***g di pusat. Hasil BAP nya nanti akan kita kirimkan ke pusat,” pungkasnya.

Ia berharap, agar kejadian seperti ini tidak terulang pada ASN lainnya di K*****g.

“Semoga kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” harapnya.

(usman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *