Narkoba Mempunyai Daya Rusak dan Populasi Tinggi

Pendidikan

Mapos, Majene – Penyalahgunaan narkoba sebagai kejahatan dalam negara dan sejauh mana tingkat penangananya secara global dan secara ekstrakurikuler terungkap bahwa narkoba memiliki daya rusak yang sangat tinggi dengan populasi yang juga sangat tinggi.

Hal ini diungkapkan oleh Dr Muh Nasir Badu – Dosen IHI (Ilmu Hubungan Internasional) Unsulbar saat memberikan materi pada seminar anti narkoba yang dilaksanakan mahasiswa Unsulbar di aula Makodim 1401 Majene, Minggu (13/5/2018).

Sosialisasi mata kuliah ektrakurikuler oleh mahasiswa Fisip Unsulbar dengan menyeminarkan anti narkoba yang bertemakan “Peran Mahasisa dalam Mewujudkan Kampus Bebas Narkoba ” diikuti oleh Mahasiswa Fisip Unsulbar sedikitnya 90 orang.

Nasir Badu menyebut penyalagunaan narkoba dapat merusak seluruh komponen masyarakat. “Kita bisa kehilangan generasi yang baru yang dapat merusak moral bangsa. Peran mahasiswa sangat dibutuhkan agar dapat menjadi agen dalam memberantas Narkoba di setiap wilayah,” katanya.

Implementasi penyalahgunaan narkoba di masyarakat kata Nasir, dari segi jumlah tidak berkurang tapi malah bertambah.

“Potensi pasar di Indonesia menunjukkan angka yang sangat signifikan. Hal ini dibuktikan adanya jaringan bandar internasional seperti dari Tiongkok, Pakistan, Thailand, Myanmar dan Kolombia menyasar pasar Indonesia melalui jalur laut. Tujuanya untuk merusak anak bangsa di Indonesia,” katanya.

Pada tempat sama, Dandim 1401/Majene Letkol Inf Rahman dalam materinya mengungkapkan, masyarakat sekarang tengah mengahadapi proxy war. “Untuk itu, kita perlu membentengi diri dari invasi kekuatan lawan dengan menggunakan pihak ketiga sebagai pengganti berkelahi satu sama lain dengan tujuan ingin menghancurkan bangsa kita,” ungkap Rahman.

“Menyerang lawan tanpa menyebabkan perang telah menghantam sendi-sendi masyarakat dan masa depan Indonesia, dampak yang ditimbulkan sangat riil, terutama bagi para generasi muda,” imbuhnya.

Kejahatan penyalahgunaan narkoba kata Rahman, digolongkan dalam kejahatan luar biasa dan serius. Terlebih lagi kejahatan narkoba terjadi di lintas negara dan terorganisasi sehingga menjadi ancaman nyata yang membutuhkan penanganan serius dan mendesak dari semua pihak.

Salah satu persoalan besar yang tengah dihadapi bangsa Indonesia dan juga bangsa-bangsa lainnya di dunia saat ini adalah seputar maraknya penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan berbahaya yang semakin hari semakin mengkhawatirkan

“Bangsa kita terancam. Siapa lagi yang akan menjadi generasi pelanjut jika genarasi muda saat ini terjerumus menggunakan narkoba?. Maka melalui adik-adik mahasiswa dalam seminar ini diharap turut menggaungkan bahaya narkoba,” harap Rahman.

Sementara Wakapolres Majene Kompol Muh Arif sangat mengaresiasi mahasiswa Unsulbar yang telah menyelenggarakan kegiatan sosialisasi narkoba.

Penyalahgunaan narkoba kata Arif tidak terlepas dari peran para mahasiswa sebagai memegang peranan melawan dan menanggulangi penyalahgunaan narkoba.

“Negara asing ingin menghancurkan Indonesia dengan memasukan Narkoba,” tegas Muh Arif.

Generasi muda kita ke depan katanya memiliki daya saing yang kuat sehingga akan dilumpuhkan dengan gerakan-gerakan yang disebar oleh orang orang dan pihak pihak tertentu untuk mengonsumsi narkoba.

“Mari kita bersama-sama perangi narkoba,” pungkas Muh Arif.

(ipunk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *