Munculnya Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan, Dinas ESDM Sulbar Dinilai Tidak Profesional

Sulawesi Barat

Mapos, Mamuju – Di tengah penyelesaian persoalan pengelolaan tambang galian C di Sungai Mora Kecamatan Karossa, terkait ijin IUP OP CV Rafli hingga munculnya dua pemohon baru dengan ijin pengelolahan pada lokasi yang sama yakni CV. Bumi Indah dan Andi Aminuddin (Andi Amin) menimbulkan persoalan baru dengan ditemukannya pemalsuan tanda tangan yang dilakukan oleh salah satu pemohon ijin eksplorasi.

Terbongkarnya pemalsuan tanda tangan itu, setelah pihak ESDM Sulbar mengirimkan balasan surat ke pemohon CV. Rafli disertai surat tanda tangan berita acara sosialisasi rencana kegiatan usaha pertambangan. Didalam surat itu tertera beberapa tanda tangan yang diduga dipalsukan oleh Andi Amin, termasuk tanda tangan mantan penjabat desa saat itu.

Andi Amin selaku pemohon ijin eksplorasi, diduga telah melakukan pemalsuan tanda tangan penjabat Desa Karossa Kaharuddin pada saat itu.

Dimana, sesuai dengan persyaratan ijin eksplorasi, pihak perusahan dapat diberikan rekomendasi penambangan bila memiliki surat berita acara sosialisasi rencana kegiatan usaha pertambangan dari pejabat desa setempat dan warga disertai tanda tangan.

Dengan dasar itulah, kemudian diduga disalahgunakan oleh Andi Amin dengan membuat surat berita acara sosialisasi rencana kegiatan usaha pertambangan dengan memalsukan tanda tangan penjabat desa.

Saat dihubungi, mantan penjabat Desa Karossa, Kaharuddin merasa kecewa dengan sikap Andi Amin yang telah memalsukan tanda tangannya. Ia menjelaskan, dirinya sudah melaporkan pemalsuan tersebut ke Polsek Karossa.

“Saya sudah melaporkan pemalsuan ini ke Polsek Karossa. Saya sama sekali tidak tahu dan tanda tangan saya ternyata dipalsukan,” ujar Kaharuddin. Senin (30/4/2018) kemarin.

Kaharuddin mengatakan, laporan saya telah diterima oleh Polsek Sampaga sesuai dengan nomor LP 106/IV/ 2018/ Sulbar/Res Mamuju/Sek Karossa, tanggal 30 April 2018.

“Saya minta agar penyidik segera memprosesnya. Selaku penjabat desa pada saat itu, saya merasa dirugikan,” ujarnya.

“Sementara pihak ESDM selaku penentu tidak melakukan kroscek dilapangan atas keabsahan surat berita acara sosialisasi rencana kegiatan usaha pertambangan itu. Dan lebih toledornya lagi, pihak ESDM tidak pernah berkoordinasi dengan pemerintahan di desa pada saat itu,” sambungnya.

Sementara itu, Direktur CV. Rafli Anshar Latif atau biasa disapa Brokele mengatakan, selaku pemegang pertama izin eksplorasi, sangat menyesalkan pihak di Dinas ESDM yang cenderung tidak profesional. Selama mereka turun ke lokasi pertambangan tidak pernah memanggil maupun melibatkan kepala desa dan tokoh masyarakat setempat.

”Saya duga ada permainan antara Andi Aminuddin dengan pihak ESDM,” terangnya.

Brokele mengatakan, pihak Dinas ESDM Sulbar sudah berapa kali turun untuk melihat lokasi, namun anehnya kepala desa, para toko masyarakat maupun pihak perusahaan pemilik IUP tidak pernah dipanggil dan dilibatkan.

“Sepertinya ada yang di tutup-tutupi,” pungkasnya.

Menanggapi hal itu, Staf Penguasaan Tambang Dinas ESDM Prov. Sulbar, Jamaluddin mengatakan, dugaan pemalsuan tersebut adalah ranahnya Kepolisian.

”Itu ranahnya kepolisian. Yang bersangkutan seharusnya menjelaskan di kepolisian mengenai valid atau tidaknya data dukungan masyarakat.

Jamaluddin mengatakan, saat dilakukan mediasi oleh Polda, Andi Amin memaparkan bahwa Ia mendapatkan dukungan tanda tangan dari warga di sekitar lokasi penambangan.

Menurutnya, semua pemohon kita berlakukan sama, tidak ada yang dibeda-bedakan. Semua berkas pemohon kita terima sesuai prosedur dan aturan administrasi dan teknis yang dipersyaratkan.

“Mengenai valid atau tidaknya berkas yang diajukan, dikembalikan kepada instansi yang menerbitkan, mulai dari keterangan domisili usaha dari Kepala Desa Mateng, Dinas PTSP Mateng, Dinas PU Mateng, Bappeda Mateng hingga berita acara dan dukungan warga masyarakat yang ditandatngani oleh masing-masing pemohon dan kepala desa Karossa,” pungkasnya.

Perlu diketahui, persoalan ini mendapat perhatian yang serius dari Kapolda Sulbar.

(fitri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *