Miris, Kemana Perhatian Pemerintah Terhadap Bayi Gizi Buruk di Polman

1736_gizi_buruk_edited

Salah Satu Bayi Penderita Gizi Buruk di Polman, Mila Tiara Putri.

Mapos, Polman – Beberapa waktu belakangan, kabupaten Polman kembali jadi sorotan publik. Bukan karena prestasi atau capaian lain yang diraih, namun karena maraknya kasus bayi dengan kondisi gizi buruk di sejumlah titik di ‘bumi tipalayo’ itu.

Dari sederet kasus gizi buruk tersebut, ada juga yang terpaksa tak mampu menjalani pengobatan di rumah sakit lantaran minimnya biaya pengobatan.

Koordinator Sarekat Pengorganisasian Rakyat Indonesia (SPRI) simpul Sulawesi Barat, Nurdin Cacculu menyebut, Polman saat ini dalam keadaan darurat gizi buruk. Menurutnya, bukan perkara mustahil masih banyak anak yang mengalami hal serupa namun luput dari perhatian.

“Miris. Pemerintah kenapa tidak bisa dideteksi dari awal. Apalagi mereka tidak bisa berobat karena kurangnya biaya,” kata Nurdin, Senin (16/10).

Ia menambahkan, maraknya bayi penderita gizi buruk di Polman juga membuktikan ketersediaan pangan sehat di kabupaten itu kian menipis. Ia pun mendesak agar pemerintah agar cepat tanggap dalam mengangani fenomena tersebut.

“Masa kita hidup di daerah lumbung pangan kekurangan gizi. Ini apa namanya,” keluhnya.

Dihimpun dari berbagai sumber, deretan bayi dengan kondisi gizi buruk diantaranya Nurmaya (12) penderita gizi buruk asal desa Poda-Poda, Kecamatan Tutar. Ia terpaksan dipulangkan dari RSUD Polman lantaran tak punya biaya untuk melanjutkan proses pengobatan.

Kemudian ada Abdul Rasyid asal desa Galung, Sufyan desa Pambusuang, Balanipa serta Mila Tiara Putri putri pasangan Pasau dan Oktovina asal dusun Kayuranni, Kecamatan Binuang, Polman.

“Selain berkutat dengan pangan sehat, juga harus berpikir soal ketahanan pangan yang didahului dengan kedaulatan atas pangan,” pungkas Nurdin Cacculu.

(Manaf)