Miris! Hendrik, Warga Desa Saletto Alami Gizi Buruk

Mamuju

Mapos, Mamuju – Sungguh miris, di umurnya yang masih balita, Hendrik (2) mengalami gizi buruk. Hendrik merupakan anak ketiga dari empat bersaudara pasangan Rubiana (30), Mustari (28).

Hendrik warga Dusun Saluleang, Desa Saletto, Kabupaten Mamuju, seharusnya sudah mampu berjalan dan berbicara. Namun, balita malang ini hanya bisa duduk. Tulang belakangnya pun terlihat bengkok kala didudukkan. Hendrik pun menangis seperti kesakitan.

Padahal untuk anak seusianya paling tidak memiliki berat badan normal 15 kg. Hendrik juga belum mampu berdiri.

Balita laki-laki ini menderita gizi buruk sejak lahir.

“Hendrik dilahirkan 25 Juli 2016. Waktu dilahirkan, mata dan perutnya besar. Sempat dirawat di RS beberapa hari. Lantaran tak memiliki biaya, saya bawa pulang untuk berobat kampung,” ujar Rubiana. Selasa (18/9/2018).

Rubiana menuturkan, selama 2 tahun, tidak pernah ada perhatian dari pemerintah atas kondisi Hendrik.

Rubiana maupun suaminya, Mustari, bekerja sebagai petani.

Selain kondisi gizi buruk yang dialami anaknya, kondisi rumah Rubiana juga sangat memprihatikan.

Rubiana bersama suaminya, Mustari dan keempat anaknya tinggal digubuk tua dengan ukuran rumah 2×3 dan beratap rumbiak. Memasakpun didalam gubuk yang ditempatinya.

Rubiana berharap ada perhatian yang serius dari pemerintah, baik untuk kesehatan anaknya, juga untuk perbaikan rumahnya.

“Saya berharap pemerintah bisa mengobati Hendrik dan memperbaiki rumah saya,” ujar Rubiana.

Perlu diketahui, keluarga Rubiana hingga kini tak memiliki BPJS. Jangan BPJS, KTP dan KK pun tak dimilikinya.

“Saya tidak punya BPJS, KTP dan KK pak,” kunci Rubiana.

Sebelumnya, kondisi Hendrik pertama kali diketahui oleh Bhabinkamtibmas Desa Saletto, Aipda Hamid. L. Pada Kamis, (13/9/2018).

Hamid yang pertama kali bertugas di desa itu, langsung mengambil tindakan dengan menghubungi pihak desa.

Menurut Hamid, keluarga Rubiana tak memiliki BPJS. Kondisi rumahnya juga sangat memprihatinkan.

Kondisi rumah Rubiana.

 

 

 

 

 

“Pertama bertugas di Desa Saletto pada Jumat (7/9/2018), saya dapat informasi dari warga bahwa ada warga binaan saya terkena gizi buruk. Kemudian saya menghubungi kepala desa untuk segera dilakukan tindakan,” ujar Hamid.

(toni).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *