Miris, Bendera Asing Hiasi Laut Majene

Majene

Mapos, Majene – Setiap tahun ritual nelayan di Kabupaten Majene dilaksanakan di Monumen Posasi’ Kelurahan Pangali-ali Kecamatan Banggae Kabupaten Majene dengan tema Mappande Sasi tercederai lantaran kapal-kapal nelayan ramai dihiasi oleh bendera negara asing.

Ritual yang dihadiri oleh petinggi Kabupaten Majene seperti Bupati Majene Fahmi Massiara, Kapolres Majene AKBP Asri Effendy, Ketua DPRD Majene Darmansyah, para pimpinan OPD, tokoh agama, tokoh adat dan tokoh masyarakat ini dinilai oleh berbagai kalangan dapat melukai nilai-nilai kebangsaan karena bendera negara asing yang dikibarkan di kapal-kapal nelayan lebih besar dari bendera negaranya sendiri.

Menanggapi hal itu Ketua Aliansi Pemantau Kinerja Aparatur Negara (Apkan) Majene, Masse Sarebong Senin (16/4/2018) mengatakan, pemerintah perlu memberikan pemahaman wawasan kebangsaan kepada masyarakat nelayan agar tidak seenaknya saja mengibarkan bendera.

“Apalagi bendera negara asing. Mungkin saja karena fanatisme club sepak bola sehingga benderanya turut dikibarkan. Padahal, mengibarkan bendera juga ada aturannya. Pemerintah harus jeli melihat. Sekarang ini tidak ada moment piala dunia. Jadi tidak ada alasan bagi nelayan untuk mengibarkan bendera selain bendera merah putih kebanggaan kita,” kata Masse.

Pasi Intel Kodim 1401/Majene Kapten Inf Borahima dikonfirmasi terpisah mengatakan, pengibaran bendera negara asing pada ritual nelayan Minggu 15 April 2018 kemarin menjadi masukan bagi pemerintah daerah dan jajarannya untuk memberikan masukan kepada masyarakat terutama masyarakat nelayan tentang wawasan kebangsaan.

“Fanatiknya berhubungan dengan sepak bola. Perlu dipikirkan sebab jangan sampai masyarakat bangga dengan negara lain sedangkan negara sendiri seolah tidak berarti,” ujar Kapten Borahima.

Ia menceriterakan bahwa pernah sekali waktu ketika dirinya membawakan materi wawasan kebangsaan di Mamuju. Dalam materi itu ia menyatakan jangan sampai kita bangga dengan bendera negara lain, sampai-sampai biar, maaf celana dalam juga bermotif bendera Amerika. “Kita jangan seperti itu,” kata Borahima.

Dia berterima kasih karena ada masukan bagi pemerintah untuk memberikan pemahaman akan arti nilai kebangsaan bagi masyarakat yang kurang paham.

“Akan kita bicarakan nanti di forum Kopimda,” tandas Borahima.

(ipunk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *