Miris, Anak SMP Berpakaian Seragam Diduga Curi Helm

Peristiwa

Mapos, Majene – Kabupaten Majene yang menjadi ikon kota pendidikan di Sulbar kembali tercoreng. Betapa tidak, prilaku anak sekolah makin menjadi-jadi. Sebelumnya jajaran kepolisian setempat telah merelease bahwa banyak pelaku kejahatan di Majene Masih dibawah umur, kini muncul lagi satu kasus.

Salah seorang anak berpakaian seragam salah satu sekolah menengah pertama (SMP) ketangkap tengah mencuri helm.

Dilaporkan Senin (07/4/2018) sekitar pukul 15.30 Wita telah terjadi tindak pidana pencurian 1 (satu) buah Helm Merk KYT warna pink yang diduga dicuri oleh Rsm (13) dan Rsw (16).

Kasat Reskrim Polres Majene AKP Syaiful Isnaini menceriterakan ikhwal warga Lingkungan Tamo Kelurahan Baurung Kecamatan Banggae Timur mencuri helm milik Haslam.

Bermula ketika Haslam sedang mendorong mobil teman korban yang sedang mogok di daerah Lingkungan Leppe Kelurahan Lembang Kecamatan Banggae Timur. Tak lama kemudian datang kedua lelaki yang tak lain adalah pelaku.

“Pelaku lalu memarkir kendaraannya tepat di samping sepeda motor korban, sehingga teman korban bernama Wahab meminta bantuan kepada Rsm dan Rsw untuk ikut mendorong mobil mogok tersebut,” sebut Syaiful.

Setelah itu, lanjutnya kedua pelaku kemudian beranjak pulang dengan mengambil sepeda motornya sedangkan Rsm kemudian mengambil helm merk KYT milik korban.

“Melihat helmnya diambil oleh Rsm, Haslam kemudian menangkapnya. Oleh korban segera mengamankan pelaku dengan melaporkan ke SPKT Polres Majene,” ujar Syaiful Isnaini.

Menurut informasi dari warga setempat, bahwa di wilayah tersebut sudah sering terjadi kehilangan helm.

Lebih jauh kata Syaiful Isnaini, pelaku kini diamankan di Mapolres untuk dibina dan memanggil kedua orang tuanya serta membuat pernyataan untuk tidak mengulangi lagi perbuatannya.

“Tindakan lain yang kita berikan yaitu atas perintah Kapolres bahwasanya yang bersangkutan akan diikutkan pesantren selama 2 hari guna memberikan pengetahuan agama dan memupuk mental yang bersangkutan,” beber Syaiful Isnaini.

(ipunk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *