Mesin Pengelola Sampah Hasil Upaya Almurhum Fahmi Massiara di Malunda Segera Beroperasi

0
77

Mapos, Majene — Tempat Pengelolaan Sampah Reuse, Reduce dan Recycle
(TP3SR) di Kecamatan Malunda dan Sanimas di Kecamatan Sendana segera beroperasi setelah Pemerintah Kabupaten Majene menerima secara resmi penyerahan aset dari Balai Prasarana Pemukiman Wilayah (BPPW) Provinsi Sulawesi Barat, Senin (15/11/2020).

Mesin pengolah sampah itu berada pada bangunan hanggar seluas 20 X 10 m yang dilengkapi 2 unit motor 3 roda, 1 unit mesin pencacah sampah organik, 1 unit mesin pengayak dan 1 unit mesin pres hidrolik diterima secara langsung Pjs Bupati Majene H.M. Natsir
di  Kelurahan Malunda Kecamatan Malunda.

Pembangunan TPS3R dikerjakan selama 150 hari, mulai 27 Mei hingga 23 Oktober 2020 dan menghabiskan anggaran sebanyak Rp600 juta. 

TPS3R Malunda yang dikelola oleh KPP Siamasei tersebut akan menggunakan teknologi pembuatan kompos yaitu metode open window, sebagai bagian dari pengelolaan sampah organik.

https://mamujupos.com/wp-content/uploads/2021/02/IMG-20210212-WA0059.jpg

Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sulbar, Normansjah Wartabone mengatakan pembangunan TPS3R dan sarana sanitasi di Malunda dan Sendana tidak lepas dari upaya Pemerintah Kabupaten Majene yang saat itu masih dipimpin oleh Almarhum Fahmi Massiara.

“Untuk itu masyarakat perlu bersyukur dan berbahagia, karena 20 kelurahan dan 62 desa di Majene program tersebut ditempatkan di Kecamatan Malunda. Kami hanya menjalankan apa yang menjadi usulan dari Pemda yang saat itu berkeinginan keras, agar pembangunan TPS3R dan sarana sanitasi masyarakat bisa terwujud dilokasi ini,“ ungkap Normansjah.

Ia menambahkan, agar mesin pengelolaan sampah tersebut bisa berjalan maksimal, jangan saat proses pencatatan nanti, fasilitas lain banyak yang hilang.

“Ketika mau mencatat, bak sampahnya ada, tapi motornya sudah tidak ada dan pengelola hanya saling tunjuk,” ucapnya.

Pjs Bupati Majene H.M Natsir dengan nada canda mengatakan bagunan TPS3R kokoh dan sangat baik. “Jangan sampai dialih fungsikan ke sarana olahraga. KSM harus mampu mengoprasikan, merawat dan memelihara,” kata HM Natsir.

Meski demikian, mantan Pjs Sekda Pasangkayu ini mengapresiasi Kementrian PU PR  melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sulbar yang telah memberikan bangunan pengelolaan sampah untuk peningkatan derajat kesehatan dan ekonomi masyarakat di Majene.

Ia berharap KSM dan KPP terus memperkuat kelembagaanya. “Jangan ketua dan sekertaris saja yang hidup, harus ada distribusi job pekerjaan yang bisa dilakukan bersama anggota lainnya,” ucap Natsir.

Dikatakan, fasilitas yang telah terbangun itu  merupakan aset  yang harus dikelola sekaligus menjadi tanggung jawab yang nantinya membutuhkan laporan pelaksanaan sebagai bahan evaluasi apakah perlu dilakukan intervensi baik itu dari sisi penggangaran dan lainnya.

Ia berharap kegiatan tersebut akan semakin membangkitkan semangat mengelola lingkungan  agar bisa bermanfaat, berkelanjutan, bagi anak cucu dimasa datang.  

“Jangan kita menitipkan air mata buat anak-anak kita, tapi  wariskanlah mata-mata air untuk kehidupan, itulah hakikat dan inti pertemuan kita,” pungkasnya.

(*)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.