Menunjukkan Kemampuan = Sombong/Pamer?

Opini
  • Oleh: Cecep Yusuf

Mapos. PERNAHKAH kamu melihat seorang atau bahkan beberapa temanmu memperlihatkan kemampuan dia di hadapan kamu, baik kemampuan dalam hal jasmani maupun rohani? Apa yang kamu pikirkan?

Saya menulis note ini semata-mata hanya ingin meluruskan tentang bagaimana pandangan seseorang yang dewasa bila dibandingkan dengan pandangan seseorang yang tidak mempunyai kedewasaan, dalam hal ini kedewasaan bukanlah mengenal apa arti ‘cinta’, tetapi kedewasaan dalam hal menangkap mana yang benar dan mana yang salah.

Sekali lagi jika kamu melihat salah seorang/beberapa temanmu memperlihatkan kemampuannya di hadapan kamu, apa yang kamu pikirkan?

Beberapa jawaban untuk memenuhi pertanyaan tersebut ada dua:

1. Kamu akan berpikir bahwa itu adalah pamer, atau bisa dikatakan ‘ingin dipuji bahwa dia hebat’

2. Kamu bersikap biasa saja dan menganggap hal tersebut wajar, kenapa? Karena dia punya skill/kemampuan yang hebat, dan intinya dia bisa melakukan hal itu.

OK, kita bahas jawaban tersebut satu persatu..

Jawaban pertama:

Kamu akan berpikir bahwa itu adalah pamer, atau bisa dikatakan ‘ingin dipuji bahwa dia hebat’

Mungkin 70% orang akan berpikiran seperti ini, mengapa? Karena setiap manusia yang normal di dunia ini cenderung memliki sifat iri, dan itu pasti! Hanya saja yang perlu diperhatikan di sini adalah, apakah kamu berpikir bahwa dia pamer? apakah dia ingin dipuji? apakah dia ingin disebut hebat? tunggu dulu, kamu jangan berpikir negatif secara instan, belum tentu pendapat kamu itu benar. Kita tidak tau tujuan dari orang tersebut memang pamer, ingin dipuji, ria, dan sebagainya atau dia ingin semata-mata share kepada kita? bukankah bila tujuan yang kedua itu benar, justru bagus, kita mendapat wawasan baru dari dia, kita bisa mengembangkan sesuatu dari dia, kita bisa melebihi dia karena kita tau sampai manakah kemampuan dia.

OK, sebelumnya saya bahas dulu jawaban kedua, sebelum sampai ke kesimpulan..

Jawaban kedua:

Kamu bersikap biasa saja dan menganggap hal tersebut wajar, kenapa? Karena dia punya skill/kemampuan yang hebat, dan intinya dia bisa melakukan hal itu.

Mungkin ini adalah jawaban seseorang yang dewasa, walaupun minoritas orang yang menjawab ini.. Sekarang akan bercerita sedikit tentang sifat manusia normal terlebih dahulu.

1. Manusia selalu tidak mau kalah

2. Manusia selalu ingin menjadi yang terhebat di hadapan manusia lainnya

Setelah kamu mempelajari kedua sifat manusia normal tersebut, tentu kamu akan merasa hal ini wajar, toh setiap orang punya hak untuk memperlihatkan kemampuan, dengan tujuan supaya orang tersebut bisa menjadi orang yang hebat. Sekarang jika kamu memandang bahwa orang itu pamer, orang itu ingin dipuji, itu berarti kamu mengidap penyakit iri dan dengki yang berlebihan, sehingga kamu tidak menerima kalau orang tersebut punya kemampuan di atas kamu.

Berbeda jika kamu memandang secara wajar tentang hal ini, tentu kamu akan merasa termotivasi dan lebih terbuka tentang kemampuan kamu, karena kamu bisa melihat kemampuan orang tersebut sampai di sana. Sekarang tidak ada salahnya jika orang tersebut memperlihatkan hasil karya berkat kemampuannya, tohorang itu bisa melakukannya, seharusnya kita bisa lebih dari dia.

Nah sekarang saya akan mengubah kamu menjadi orang tersebut:

Sebagai contoh, misalnya kamu mempunyai kemampuan di bidang desain grafis, secara normal pasti kamu ingin memperlihatkan hasil karya kamu kepada setiap orang, karena tujuan dari kamu belajar desain grafis adalah supaya kamu dikenal orang sebagai ahli desain grafis. Sungguh orang yang keterlaluan bila dia belajar desain grafis secara sungguh2 tanpa tujuan, dalam arti kamu mengidam2kan sendiri hasil karya kamu tanpa publish atau diperlihatkan kepada orang lain. Kamu tidak salah jika kamu memperlihatkan hasil karya desain grafis kamu kepada orang lain selama tidak ada perasaan ‘sombong/pamer’, tetapi semata2 meminta kepada orang untuk menilai hasil karya kita sehingga orang bisa melihat kemampuan kita sampai mana.

Yang ditulis di atas itu adalah salah satu contoh jika kamu menjadi orang yang mempunyai sebuah keahlian tertentu dan menunjukkan keahlian tersebut kepada orang lain, tinggal orang lain yang menilai kamu apakah kamu sombong dan pamer.

Mungkin menurut saya selama orang tersebut menunjukkan skillnya kepada orang lain, orang tersebut bukan disebut pamer atau sombong, tetapi sharing dan memperlihatkan batas kemampuannya kepada orang lain, sehingga orang normal akan termotivasi dan akan melakukan yang lebih baik dari orang tersebut.

OK, supaya lebih jelas lagi, kita loncat ke dunia kerja..

Misal, ada sebuah perusahaan ingin merekrut seseorang yang mempunyai keahlian di bidang desktop programming.

Kebetulan kamu mempunyai keahlian di bidang tersebut, apa yang kamu lakukan?

Kamu akan melamar kerja di perusahaan tersebut, dan sekarang apa yang perusahaan tanyakan tentang kamu?

1. Pengalaman

2. Kemampuan

Atasan kamu akan minta portofolio kamu, melihat hasil karya kamu yang sebelumnya, buat apa? supaya bos kamu bisa menilai kamu sejauh mana kemampuan kamu di bidang ini. Nah pertanyaannya sekarang, apakah itu pamer? tentu bukan, tetapi memperlihatkan kemampuan kita kepada bos kita, ini lho kemampuan kamu, ini lho hasil karya kamu. Semakin banyak karya yang kamu perlihatkan, maka semakin baik bos kamu menilai kamu.

Ini beberapa contoh kalimat yang disebut sombong/pamer:

– “Hei, gue punya Blackberry 5 buah lho, I-Phone 2 biji, Android 10 biji, mobil hmmm ada Ferrary 2 buah, punya gue sendiri lho, gue kaya kan? haha..” (tujuan: orang itu ingin dipuji, ingin disebut kaya) kesimpulan ~> sok kaya

– “Hei, gue diterima lho kuliah di Amrik, lo diterima ga? wih hebat kan gue…” (tujuan: orang itu ingin dipuji, ingin disebut lebih pinter daripada kamu) kesimpulan ~> sok pinter

Orang yang memahami note ini bisa memberikan contoh yang sejenis seperti di atas.

Sebenarnya masih banyak yang bisa saya tuliskan pada note ini, tapi saya cape nulisnya, haha.. 😀

“Ability without visibility is a disability”

Kurang lebih berarti menunjukkan kemampuan diperlukan supaya orang lain mengetahui kemampuan kita. Sebab kalau kita tidak menunjukkan kemampuan kita sama saja kita tidak mampu.

Satu kalimat yang merupakan hasil dari note ini adalah:

“Sikap dan emosi setiap manusia itu berbeda-beda, tinggal kita yang melihat mana yang benar dan mana yang salah, enjoy aja, sirik tanda tak mampu”

(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

loading...