Memaknai Sumpah Pemuda, Keberagaman dan Persatuan

Opini
  • Oleh: Muh. Sudirman Al Bukhari

Mapos. Sejarah telah mencatat pergerakan pemuda dalam menginisiasi kemerdekaan Republik Indonesia, perbedaan tidak menjadi jurang yang memperlebar identitas mereka, semangat tersebut menyatukan pemuda dari berbagai pelosok negeri, berbagai suku dan agama untuk menyatakan satu Tanah Air, satu Bahasa dan Satu Bangsa, semuanya sepakat dalam satu Indonesia.

Tonggak ini dapat kita maknai sebagai wujud integritas pemuda dalam memberikan kontribusi nyata dalam ikut memperjuangkan kemandirian dan memperjuangkan kemerdekaan yang saat ini mulai pudar dari jati diri anak bangsa.

Saat ini kita lebih sering memperlebar pertentangan, individualisme dan egoisme menjadi dasar bergerak, sehingga hanya kelompok dan golongannya yang paling benar.

Argumentasi menjadi alat agitasi yang saling menjatuhkan satu sama lain.

Kita lupa bahwa 89 tahun lalu para pendahulu kita telah bersepakat untuk menyatu menyingkirkan segala sekat yang menjadi penghadang dalam menyatukan anak bangsa, namun kini kita dengan mudah mengoyaknya.

Untuk itu mengembalikkan ruh sumpah pemuda menjadi tugas kita bersama, bersatu bukan lagi dalam aspek memperjuangkan kemerdekaan tapi bagaimana menempatkan persatuan dalam nilai-nilai yang lebih membumi.

Muh. Sudirman Al Bukhari

Bersatu dalam Tanah Air, kita wujudkan dalam Tanah Air yang berdaulat, berdaulat politik, berdaulat ekonomi dan berdaulat hukum.

Bersatu dalam bahasa yang kita wujudkan dalam bahasa anti korupsi, bahasa anti keserakahan dan bahasa anti kekerasan. Dan akhirnya kita nyatakan satu bangsa, bangsa yang berketuhanan, berkemanusiaan, bangsa yang bersatu, bangsa yang mengedepankan musyawarah, dan bangsa berkeadilan sosial.

Salam Sumpah Pemuda, Salam Persatuan Anak Bangsa

Mamuju, 28 Oktober 2018

(*)

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.