Masyarakat Majene Tumpah Ruah Kecam ABM

Peristiwa

Mapos, Majene – Usai shalat Ashar Jum’at (8/8/2018) gelombang aksi tumpah ruah di Bundaran Tugu Pahlawan Pusat Pertokoan Majene. Aksi gugatan yang dilakukan oleh aliansi masyarakat Majene bukan tanpa alasan. Mereka menuding, Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar (ABM) sudah sangat keterlaluan dengan membagi hasil participating interest (PI) Blok Sebuku Pulau Lerek-lerekang 3 persen untuk Provinsi Sulbar dan 1 persen untuk Kabupaten Majene dan 1 persen lainnya ke kabupaten yang ada di Sulbar.

Satu persatu orator menyebut, ABM zalim atas pembagian tersebut karena sejak dirinya menjabat sebagai Bupati Polman, tidak sekalipun dia turut andil dalam perjuangan masyarakat Majene dalam memperjuangkan Lerek-lerekang yang memiliki potensi gas dan minyak bumi.

Nurdin Pasokkori dalam orasinya menyebut, kembalikan hak Majene yang sudah disepakati yakni 50 50 yaitu 2,5 persen buat Provinsi Sulbar dan 2,5 persen Majene.

Kesempatan sama, orator lain Adi Ahsan menyebut, gerakan aksi yang ada saat ini masih merupakan ekstra karena jika ABM tetap tidak mau merubah kebijakannya dengan mengembalikan hak kepada Kabupaten Majene maka gelombang aksi selanjutnya akan dialamatkan langsung ke provinsi.

“Kita akan tutup perbatasan Majene. Supaya ABM tahu bahwa masyarakat Majene yang cukup sabar selama ini, kini saatnya melawan,” ujar Adi Ahsan.

Lebih jauh kata dia, asumsi penghasilan dari PI Sebuku bisa mencapai Rp5 triliun. “Jika Rp5 triliun itu dibagi 50 50 maka Kabupaten Majene mendapat bagian Rp2,5 triliun. Saya sudah 9 tahun lebih jadi anggota DPRD sangat dirasa bahwa Majene tidak mampu membiayai sejumlah kegiatan pro rakyat. Makanya, hak kita tetap kita tuntut,” tegas Adi Ahsan.

Sementara, Darmansyah yang Ketua DPRD Kabupaten Majene menyebut, ABM telah merugikan banyak orang karena hasil Lerek-lerekang tidak akan masuk ke kas Negara jika regulasinya belum jelas.

“Jika tidak segera di buatkan Perda Lerek-lerekang maka bukan hanya Kabupaten Majene yang dirugikan tapi seluruh Indonesia,” tegas Darmansyah.

Hampir semua orator, mulai dari lembaga kemahasiswaan, tokoh pemuda, tokoh masyarakat, ASN dan organisasi Pemuda Pancasila sepakat akan turun ke jalan dengan massa yang lebih besar jika ABM tetap bersikukuh tidak menarik kebijakan yang dia buat.

(ipunk)

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.