Masyarakat Goyang Malunda, Satu Mobil Dinas Disandera

Peristiwa

Mapos, Majene – Keputusan Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar (ABM) atas pembagian participating interest (PI) Blok Sebuku Pulau Lerek-lerekang hanya satu persen kepada Kabupaten Majene sebagai induk penghasil tambang migas itu dinilai sangat mencederai rasa keadilan masyarakat Majene. Akibatnya, seluruh elemen masyarakat bereaksi keras.

Gelombang aksi pertama dilakukan oleh aliansi masyarakat menggugat di Kecamatan Malunda di gelar Jum’at (8/6/2019) pagi tadi sekitar pukul 10.00 waktu setempat.

Terlihat dalam aksi, pedemo sempat menyandera salah satu mobil dinas yang diduga milik pemerintah Sulbar.

Dalam orasinya, massa mengecam tindakan ABM yang secara seenaknya saja membuat nota kesepahaman yang arahnya menyepelekan Kabupaten Majene sebagai kabupaten induk dari pulau Lerek-lerekang.

“Seharusnya, ABM merujuk pada MoU sebelumnya yang menyatakan pembagian PI Blok Sebuku antara Pemprov Sulbar dengan Kabupaten Majene 50 50. Jika ini tidak dilaksanakan oleh Ali Baal, maka gelombang massa akan melakukan aksi demo besar-besaran ke kantor gubernur di Sulbar,” ancam pedemo.

Nampak dalam aksi tersebut, salah seorang anggota legislatif di DPRD Majene Hasriadi yang nota bene adalah politisi PDI Perjuangan sebagai partai pengusung ABM saat Pilkada Sulbar tahun 2017 silam.

(ipunk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *