Majene Dapat Penghargaan Bebas Malaria

Majene

Mapos, Majene – Malaria adalah penyakit yang ditularkan oleh nyamuk dari manusia dan hewan lain oleh protozoa parasit atau sekelompok mikroorganisme bersel tunggal dalam tipe Plasmodium.

Gejala penyakit ini biasanya ditandai dengan demam, kelelahan, muntah, dan sakit kepala.

Karena Kabupaten Majene dinyatakan bebas malaria, maka Kementerian Kesehatan RI menganugerahinya piagam atau sertifikat eliminasi malari.

Menurut Kasubag Protokoler Sekretariat Pemkab Majene Sufyan Ilbas Jum’at (01/6/2018) pada tanggal 29 April 2018 silam pada hari malaria sedunia yang diselenggarakan di Pandeglang Banten, Kabupaten Majene mendapatkan piagam atau sertifikat eliminasi malaria dari Kementerian Kesehatan RI sebagai daerah bebas malaria tahun 2018 di Provinsi Sulawesi Barat.

“Piagam yang diterima oleh Bupati Majene Fahmi Massiara kemudian diserahkan ke Dinas Kesehatan Majene bertepatan peringatan hari lahir Pancasila di halaman Kantor Bupati Majene pagi tadi,” kata Sufyan Ilbas.

Eliminasi malaria katanya, merupakan suatu kriteria yang diberikan kepada daerah yang telah menurunkan kasus malaria kurang dari 1/1000 penduduk dan tidak ditemukan lagi penularan setempat selama 3 tahun berturut-turut.

“Berdasarkan kriteria tersebut, Kabupaten Majene memenuhi syarat untuk memperoleh status bebas malaria tahun 2018,” kata Sufyan Ilbas.

Bupati Majene Fahmi Massiara berharap seperti dikatakan Sufyan Ilbas, agar semua steakholder supaya mengantisipasi semua masyarakat yang akan bepergian maupun yang datang dari daerah endemik malaria seperti Kalimantan dan Papua.

“Bila mengalami gejala demam menggigil, sakit kepala disertai muntah-muntah, segera memeriksakan diri ke Puskesmas atau rumah sakit terdekat,” tandasnya.

(ipunk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *