Maenunis Nilai Kapolres Polman Keliru Keluarkan Statement

Gambar Maenunis Nilai Kapolres Polman Keliru Keluarkan Statement

Mapos, Polman – “Atas statement Kapolres Polman AKBP Rifai yang menganggap bahwa tindakan anggotanya yang menarik rambut ataupun tindakan mengamankan saya dari dialog dengan Direktur RSUD, sudah sesuai protap, dengan alasan saya bukan korlap dan tidak punya hak bicara menyampaikan aspirasi para perawat, maka saya anggap pernyataan Kapolres adalah keliru,” tegas Maenunis Amin kepada mamujupos.com, Senin (1/4/2019).

Maenunis membantah, bahwa tidak betul, dirinya bukan bagian dari korlap aksi. “Secara resmi, PPNI meminta kami mendampingi para perawat dan itu sudah disampaikan resmi oleh ketua PPNI dibeberapa media ataupun akun FBnya,” tegas Maenunis.

Maenunis menambahkan, selama dua tahun ini, sejak menjadi tenaga ahli gubernur, dirinya sering diminta untuk membantu PPNI Polman dan Sulbar untuk menjadi mediasi, baik di pemprov maupun di Pemkab Polman.

“Jadi, saya tegaskan kembali bahwa statement Kapolres Polman yang termuat di mamujupos.com, sekali lagi saya katakan sangat keliru,” pungkas Maenunis.

Perlu Kapolres pahami, tambah Maenunis, pada aksi perawat sukarela  kemarin di empat titik, yakni di Lapangan Pancasila, Kantor DPRD Polman, RSUD dan Kantor Bupati Polman, ia diberikan tugas untuk menyampaikan orasi dan perwakilan aksi oleh ketua PPNI dan aliansi pendukung aksi.

Surat pernyataan

“Saya sampaikan ini supaya Kapolres Paham dan itu dibuktikan dengan adanya surat bermaterai dari PPNI. Isi surat itu, saya diminta ikut menjadi jubir dan menandatangani salah 1 poin kesepakatan dengan asisten bupati,” terang Maenunis.

Maenunis berharap kepada Kapolda Sulbar, Brigjen Pol Baharuddin Djafar, untuk lebih melihat substansi masalah dari aksi perawat. Jangan ada diskomunikasi dan diskoordinasi antara aksi dengan pengamanan sehingga tidak ada lagi gesekan ataupun tindakan refresif.

“Kami juga meminta kepada Kapolda untuk turun ke lapangan, menemui para perawat sukarela untuk berdiskusi dan ikut membantu mencarikan solusi bagi masyarakatnya yang dizalimi oleh sistem di Polewali Mandar,” tutup Maenunis.

(usman)

Baca Juga