Luar Biasa Maling Ini, Keduanya ‘Sukses’ Mencuri Dibeberapa Tempat

Hukum

Mapos, Majene – Sepandai-pandai tupai melompat, akhirnya ketangkap juga. Begitulah kira-kira pepatah yang pantas diberikan kepada Fir alias Pili bin Kika (27) dan Santo alias Tobing bin Sahdan (27).

Ketiga tersangka pencurian yang diamankan Polres Majene foto : ipunk

Keduanya tak berkutik ketika tim Passaka Polres Majene mendatangi rumah mereka di Lingkungan Mangge Kelurahan Totoli Kecamatan Banggae pada Selasa tanggal 11 September 2018 sekitar pukul 02.30 Wita.

Kapolres Majene AKBP Asri Effendy didampingi Kabag Ops Polres Majene Kompol Abidin Rasyid dalam press release di Mapolres Majene, Jum’at (28/9/2018) menyebut, tersangka pelaku melakukan aksinya di tujuh tempat yang berbeda.

AKBP Asri Effendy menceriterakan kronologis tersangka dalam menjalankan aksinya.

Bermula pada bulan oktober 2017, tersangka melakukan pencurian di Perumahan Talumung Blok F Kelurahan Lembang Kecamatan Banggae Timur Kabupaten Majene. Kemudian pada bulan Desember 2017, tersangka melakukan pencurian bahan bangunan di Lingkungan Lutang Kelurahan Tande Kecamatan Banggae Tumur Kabupaten Majene.

“Selang beberapa hari kemudian, tersangka kembali melakukan pencurian bahan bangunan di Lingkungan Lembang Kelurahan Lembang Kecamatan Banggae Tumur Kabupaten Majene. Kemudian pada tanggal 27 Desember tersangka kembali mencuri bahan bangunan di Dusun Ambawe Kelurahan Sirindu Kecamatan Pamboang Kabupaten Majene. Dan terakhir, pada tanggal 12 Januari 2018 di Lingkungan Rangas Tamalassu Kelurahan Rangas Kecamatan Banggae Kabupaten Majene, tersangka kembali beraksi,” beber AKBP Asri Effendy.

Ia menyebut, modus operadinya bahwa pelaku dalam melakukan pencurian bahan bangunan milik korban yang disimpan di dekat bangunan yang sementara dibangun saat malam hari dan tidak ada orang yang melihatnya.

Dihadapan penyidik, keduanya mengakui semua perbuatannya.

Terhadap pelaku, kata Kapolres Majene AKBP Asri Effendy, keduanya disangkakan dalam Pasal 363 ayat (1) ke 3 dan ke 4 Subs Pasal 362 jo Pasal 65 ayat (1) KUH. Pidana dengan ancaman hukuman penjara selama 7 (tujuh) tahun dan 9 (sembilan) tahun.

Selain maling bahan bangunan, polisi juga menangkap Rud alias Ucok bin Tepe (23).

Warga Lingkungan Lembang Kelurahan Lembang Kecamatan Banggae Timur ini ditangkap polisi lantaran diduga telah melakukan tindak pidana pencurian.

Kapolres Majene AKBP Asri Effendy dihadapan sejumlah wartawan menyebut, pada hari Rabu tanggal 12 September 2018 sekitar pukul 21.00 Wita Tim Passaka Polres Majene melakukan penyelidikan atas laporan polisi dari masyarakat.

Alhasil, setelah mendapatkan informasi bahwa pelaku yang dicurigai melakukan pencurian handphone dan uang tersebut sedang berada di BTN Lino Maloga Kelurahan Tande Kecamatan Banggae Trmur Kabupaten Majene, polisi kemudian mendatangi pelaku dan melakukan penangkapan terhadap tersangka Rud Alias Ucok Bin Tepe.

Dihadapan petugas, ia mengaku telah mencuri laptop di kos-kosan saat penghuninya sedang tidak berada di rumah dan pencurian handphone dengan cara merampas dari tangan korban yang sedang dibonceng sepeda motor.

Rud juga mengaku bahwa, pada hari Rabu tanggal 11 Juli 2018 sekitar pukul 02.30 di Jalan Hertasning Lingkungan Lembang Kelurahan Lembang Kecamatan Banggae Timur Kabupaten Majene, saat ia pulang dari rumah temannya dan memperhatikan rumah yang pada saat itu sedang sepi.

“Mendapat kesempatan, tersangka lalu memanjat jendela rumah yang pada saat itu belum ada pintunya, cuma ditutupi dengan menggunakan atap seng. Setelah masuk ke rumah kedalam rumah, tersangka melihat handphone dan mengambil handphone yang tergelatak, kemudian masuk ke kios penjualan yang terhubung langsung dengan ruang tamu rumah. Di kios, tersangka turut mengambil uang tunai sebanyak lebih dari Rp. 200 ribu dan mengambil 6 (enam) bungkus rokok yang tersimpan di dalam lemari penjualan. Setelah itu tersangka keluar dan pulang ke rumah temannya dimana tersangka tinggal,” beber Kapolres Majene AKBP Asri Effendy.

Ia berharap agar masyarakat tidak memberi kesempatan kepada pelaku kejahatan.

“Meskipun tidak ada niat, tapi kalau ada kesempatan, pasti pelaku akan memanfaatkannya,” pungkas Asri Effendy.

(ipunk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *