LIPI Sayangkan Keputusan Bawaslu Loloskan Caleg Eks Koruptor

Politik

Mapos, Jakarta – Kepala Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Firman Noor menyayangkan keputusan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) yang meloloskan mantan narapidana kasus korupsi sebagai calon anggota legislatif (caleg).

Firman mempertanyakan komitmen Bawaslu dalam mendukung pemberantasan korupsi.

“Komitmen Bawaslu membangun bangsa ini terbebas dari korupsi dengan memberikan pembelajaran bagi anak bangsa atas putusan soal koruptor itu dipertanyakan,”tutur Firman. Dikutip dari Kompas.com.

Menurut Firman, Bawaslu seharusnya lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan.

“Ini kan sudah gawat. Pilkada saja berkali-kali menghasilkan koruptor ya,” kata Firman.

“Kalau masih diberikan lagi ya bagaimana. Jadi kita berkomitmen korupsi harus diberantas secara nyata, secara komprehensif,” lanjut dia.

Sebelumnya, Bawaslu meloloskan enam orang mantan koruptor menjadi bakal caleg 2019. Mereka berasal dari Aceh, Toraja Utara, Sulawesi Utara, Pare-Pare, Rembang, dan Bulukumba, Mamuju.

Pada masa pendaftaran bacaleg, enam orang mantan koruptor tersebut dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS) oleh KPU.

Bawaslu RI

Bawaslu meloloskan mantan napi korupsi sebagai bacaleg dengan alasan berpedoman pada UU Pemilu, bukan PKPU Nomor 20 Tahun 2018.

(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *