Ledakan Bom di GKI Surabaya, Saksi Sebut Ada ‘3 Wanita Bawa Tas’

Peristiwa

Mapos, Surabaya – Ledakan bom di Gereja Kristen Indonesia (GKI) di Jalan Diponegoro, Surabaya, Minggu (13/5/201) pagi mengejutkan jemaat dan warga sekitar.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung mengatakan, ledakan menewaskan satu orang perempuan.

“Sementara satu ibu-ibu meninggal,” ujar Frans seperti dikutip Kompas TV.

Sementara itu, kata dia, dua orang dibawa ke rumah sakit.

Sebelumnya, salah seorang warga, Pardianto, mengaku melihat tiga perempuan dicegat satpam gereja di parkiran.

“Ada security mau jegat tiga orang. Lalu meledak di parkiran,” ujar Pardianto kepada Metro TV.

Ia mengatakan, ledakan kedua terjadi sekitar lima menit kemudian.

Menurut dia, perempuan itu tampak membawa tas dan di tubuhnya memakai seperti rompi.
Setelah ledakan, ia melihat salah satu dari tiga perempuan tersebut masih bernafas.

Ledakan itu melukai satpam. Tampak satpam terluka di bagian paha dan mulut.
“Satpam sudah dibawa ke rumah sakit,” ujar dia.
Selain korban meningggal, terdapat enam korban luka-luka.

Saat ini, para korban dirawat di IGD RS Bhayangkara.

Seorang jemaat yang mengantar korban mengaku ada enam orang yang diantar.
Mereka semua disebut remaja gereja GKI Diponegoro.

“Ada enam atau lima ini semuanya remaja, kan ini Minggu pagi, remaja dan Sekolah Minggu, sudah saya nggak lihat keluarga apa bukan pokoknya saya bantu,” ujar jemaat gereja GKI Diponegoro dengan panik dan mata tampak memerah, dilansir dari TribunJatim.com, Minggu (13/5/2018).

(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *