Lawatan Bupati Majene Disambut Hangat Pemkot Bukittinggi

  • 31 Agu 2019
  • Regional
  • R Fajar Soenoe
  • 194
Gambar Lawatan Bupati Majene Disambut Hangat Pemkot Bukittinggi

Mapos, Majene — Program kunjungan kerja (Lawatan) Pemerintah Kabupaten dan DPRD Majene ke Kota Bukittinggi Sumatera dan Kebupaten Tanah Datar direspon baik oleh pemerintah setempat.

Menurut Kasubag Protokoler Sekretariat Pemkab Majene- Sufyan Ilbas, Sabtu (31/9/2019) kunjungan kerja ini dimaksudkan untuk menyinkronkan sejarah Hari Jadi Majene yang akan digodok dalam Perda Perubahan nantinya.

Rombongan Pemkab Majene yang turut melawat, Bupati Majene – Fahmi Massiara, Kepala Kejaksaan Negeri Majene – Nur Surya, Asisten I Setda Majene, Asisten II Setda Majene, Asisten III Setda Majene, Kadis Sosial Majene, Plt Kadis Budpar, Camat Banggae dan Staf Bagian Humas Setda Majene.

Sedangkan rombongan DPRD Majene antara lain, Ketua DPRD Majene – Darmansyah, Wakil Ketua DPRD Majene – M Idwar, Wakil Ketua DPRD Majene – Hj Hasbina, Hj Fita Katta, Marzuki Nurdin, Muh Tabri Tatif dan Staf Setwan Majene.

Rombongan disambut di Kantor Walikota Bukittinggi dan diterima oleh Wakil Walikota Bukittinggi – Irwandi, SH, Ketua DPRD Kota Bukittinggi – Asry Bakar, Sekda Kota Bukittinggi, Anggota DPRD Bukittinggi, dan Para Pimpinan OPD Kota Bukittinggi

Bupati Majene Fahmi Massiara dalam sambutannya mengatakan, kedatangan rombongan Majene disertai Kajari Majene Nur Surya yang memang putra daerah Bukittinggi.

“Maksud dari tujuan kunjungan kami, karena di DPRD Kabupaten Majene akan membuat Rancangan peraturan daerah perihal hari jadi Majene. Selanjutnya, Ketua DPRD Majene akan memaparkan maksud dan tujuan dari hubungan kekerabatan antara Majene dan Bukittinggi perihal hari jadi Majene,” kata Fahmi Massiara.

Ia berharap, kunjungan yang dilakukan Pemkab dan DPRD Majene akan ditanggapi balik oleh Pemkot Bukitinggi dengan mengagendakan kenjungan ke Majene kelak.

Sementara itu, Wakil Walikota Bukittinggi – Irwandi dalam sambutannya mengatakan, semoga kedatangan rombongan dari Majene ke Bukittinggi dapat menjadi kenangan tersendiri yang akan dibawa pulang ke daerah nanti.

Ia memaparkan salah satu komoditi unggulan Bukittinggi dari UMKM adalah anyaman keranjang.

“Sekilas, memang mirip dengan keranjang yang lain, tap ini punya khas tersendiri di Kota Bukittinggi. Mudah-mudahan bapak ibu ada oleh oleh yang bisa dibawa pulang dari Bukittinggi. Ini adalah kunjungan pertama dari bapak ibu dan selanjutnya kami berharap untuk dapat kembali mengulang kunjungan yang sama ke Bukittinggi,” sebut Irwandi.

Dia mengaku, Kota Bukittinggi tidak punya tambang ataupun pabrik yang besar. “Yang kami punya hanya keindahan alam,” akunya.

Terkait masalah regulasi dan dokumen yang dibutuhkan, pihaknya akan segera mengirimkan kepada Pemkab Majene maupun DPRD Majene.

Terpisah, Ketua DPRD Majene Darmansyah mengatakan, lawatan ini dimaksudkan untuk memperdalam kajian sejarah tentang Penetapan Perda Hari Jadi Majene di Bukittinggi dan pada umumnya di Sumatera Barat, termasuk di daerah Tanah Datar.

“Karena ada hubungan kekerabatan antara Mandar dengan Tanah Datar. Salah satu buktinya yaitu kain Sarung Sutera Mandar yang digunakan oleh penghulu adat di Kerajaan Melayu khususnya di Tanah Datar. Kalau di Mandar disebut dengan Sure’ Pangulu Padang. Semua bisa memperkaya kajian sejarah peradaban masa lalu Majene,” urai Darmansyah.

Ia berharap, kedepan akan lebih dalam melakukan penjajakan bersama Masyarakat Sejarawan Indonesia dan bekerjasama dengan Pemda Majene.

“Kami akan melakukan kajian sejarah. Paling tidak, kita seminarkan dengan mengundang tokoh sejarah dan budaya yang ada di Melayu, kemudian kita juga undang dari tokoh adat sejarah Bugis Bone. Sejarah Mandar akan kita seminarkan dan luruskan, karena berbagai sejarah ada sedikit melenceng dari yang sebenarnya, khususnya budaya Mandar. Dan perlu diketahui bersama bahwa Sarung Sutera Mandar sudah diakui sebagai salah satu Warisan Budaya Nasional yang berasal dari Tanah Mandar di tahun 2018,” pungkasnya.

(ipunk)