Langgar Kode Etik, 3 Personil Polda Sulbar di PTDH

Berita Terbaru Berita Utama Hukum Mamuju Sulawesi Barat

Mapos, Mamuju – Tiga personil Polda Sulbar diberhentikan dengan tidak hormat sebagai insan Bhayangkara.

Pemberhantian Tidak Dengan Hormat (PTDH) kepada ketiga personil Polda Sulbar itu karena telah melanggar kode etik Kepolisian Negara Republik Indonesia yang sangat berat.

Selain tiga orang yang di PTDH, Kapolda Sulbar juga memberikan sanksi pembinaan disiplin kepada tujuh personilnya dengan melakukan penandatanganan pernyataan sikap agar tidak lagi mengulangi perbuatannya.

Kapolda Sulbar Birgjen Pol. Baharuddin Djafar kepada sejumlah media mengatakan, bahwa sanksi yang diberikan berujung pemecatan terhadap tiga personilnya sangat disayangkan terjadi. Namun kata Jenderal bintang satu itu, demi menjaga nama baik institut Kepolisian dimata masyarakat, bagi anggota yang melanggar dan tidak bisa di bina lagi maka wajib pimpinan memberhentikan secara tidak hormat.

” Tiga orang yang dipecat ini bukan lagi insan Bhayangkara Polda Sulbar. Tiga personilnya dihadapkan dengan pemecatan karena melanggar aturan kode etik Kepolisian Negara Republik Indonesia. Kami sudah mengupayakan untuk melakukan pembinaan, namun yang bersangkutan tidak bisa berubah. Sehingga pada hari ini Polda Sulbar melaksanakan upacara PTDH,” kata Kapolda Sukbar Brigjen Pol. Baharuddin Djafar. Selasa (9/1/2018), usai memimpin upacara PTDH dihalaman Mapolda Sulbar.

Selain itu kata Baharuddin, selama tahun 2017, ada 12 personil mendapat PTDH.

Ditambah dengan 3 personil tahun ini ( 2018 ), sehingga total yang sudah di PTDH kan mencapai 15 personil.

Tentunya kata dia, dengan adanya PTDH ini akan menjadi pembelajaran bagi insan Bhayangkara khususnya di Polda Sulbar, dan sudah menjadi instruksi Kepala Kepolisian Republik Indonesia ( Kapolri ), bila ada personil yang berprestasi wajib diberikan reparasi, namun bila ada personil polisi yang melanggar aturan kode etik Kepolisian mutlak harus diberhentikan.

” Jadi kita tidak main–main. Kalau ada anggota berprestasi wajib saya berikan reward, namun bila ada anggota yang melanggar kode etik Kepolisian yang sifatnya sudah tidak bisa ditolerir, maka mutlak kita berhetikan secara tidak hormat,” tegas mantan Kabag Humas Polda Metro Jaya Jakarta itu.

Seperti diketahui adapun nama–nama yang mengikuti PTDH diantaranya,
1. Brigpol. Andi Makkasau yang melanggar pasal 7 ayat 1 huruf PP RI nomor 14 tahun 2011 tentang tidak melaksanakan tugas dan pasal 14 ayat ( 1 ) huruf ( a ) PP RI dan nomor 1 tahun 2003 tentang meninggalkan tugas tanpa keterangan
2. Bripka Muh. Tauhid juga melanggar pasal 11 huruf ( e ) nomor 14 tahun 2011 tentang meninggalkan tugas tanpa keterangan yang sah secara 30 hari berturut-turut.
3. Brigpol Mustakim dengan melanggar pasal 11 huruf ( e ) nomor 14 tahun 2011 tentang meninggalkan tugas tanpa keterangan yang sah.

Untuk nama–nama yang mengikuti penandatanganan pernyataan sikap, sebagai bentuk sanksi agar tidak lagi mengulangi perbuatannya, diantaranya,
1. Briptu Muh Yusuf
2. Bripka Muh Syraif Damis
3. Bripka Muh Syukri
4. Brigpol Romiansyah
5. Bripka Hamka
6. Bripka Imam Hadi
7. Brigpol Ardiansyah.

Upacara PTDH, dipimpin langsung Kapolda Sulbar juga diikuti sejumlah pejabat utama serta personil Polda Sulbar.

Usai melaksanakan upacara PTDH, Kapolda Baharuddin Djafar masih sempat memberikan nasihat kepada ketujuh personilnya yang kena sanksi pembinaan. Dan Kapolda minta kepada media agar mewawancarai ketujuh orang itu.

” Teman–teman media silahkan wawancara personil ini, apakah dia menyesal atau tidak setelah mendapat sanksi pembinaan. Saya lihat mereka pasti menyesal. Dan kita berharap dengan adanya sanksi ringan ini mereka akan sadar,” tutupnya.

(usman) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *