Kotak Amal Masjid Diduga Jadi Pemicu Perkelahian Antar Pemuda

Hukum

Mapos, Majene – Sudah menjadi pemandangan umum hampir setiap masjid di sepanjang jalan trans Sulawesi jalur lintas Barat menggunakan badan jalan untuk menyimpan kotak amal atau kotak celengan. Bahkan sengaja ditugaskan anak-anak, juga anak muda untuk berdiri sambil menyodorkan kepada pengendara yang tengah melintas.

Diduga karena kotak amal atau celengan yang dibawa oleh seorang pemuda sehingga terjadi perkelahian antar pemuda di Kecamatan Tubo Sendana.

Begini kronologisnya sehingga terjadi perkelahian menurut versi Polsek Sendana ;

Pada hari Selasa 22 Mei 2018 sekitar pukul 17.00 Wita bertempat di dua TKP yakni TKP (1) Dermaga Dusun Kulasi Desa Tubo dan TKP (2) di rumah lelaki Umar dekat dermaga Dusun Tarupa Desa Tubo Kecamatan Tubo Sendana telah terjadi perkelahian antara pemuda Dusun Kulasi Desa Tubo dengan pemuda Dusun Tubo Poang. Adapun identitas pemuda tersebut berdasarkan TKP yakni :

TKP (1) di Dermaga, Ahmad (22) pekerjaan nelayan dan Umar (24) pekerjaan mahasiswa UT keduanya warga Dusun Tarupa Desa Tubo Kecamatan Tubo Sendana didatangi oleh Rinto (26) cs warga Dusun Tubo Masigi Desa Tubo Poang Kecamatan Tubo Sendana

Dihadapan polisi Umar mengaku bahwa pada hari Selasa 22 Mei 2018 sekitar pukul 17.00 Wita bertempat di dermaga Dusun Kulasi Desa Tubo, dia sementara duduk di depan rumah bersama adiknya yaitu Ahmad. Tidak lama kemudian dia meliha Rinto Cs melintas.

“Melihat Rinto Cs melintas, saya menyusulnya dengan membonceng adik saya Ahmad sampai ke dermaga. Tiba di sana, saya lalu bertanya kepada Rinto, “Kenapa kau pukul adik saya pada hari sabtu 12 Mei 2018? “. Mendengar pertanyaan saya, Rinto langsung turun dari motor dan memukul adik saya Ahmad yang berdiri disamping kiri saya. Saya berusha melerai, tapi Rinto terus memukul dan saya juga dipukul oleh Rinto. Saya tidak tinggal diam dan berusaha membela diri dengan memukul balik, akhirnya Rinto Cs mengeroyok kami berdua. Beruntung karena kami berhasil menyelamatkan diri dan berlari meninggalkan TKP. Dan di tengah perjalanan pulang ada seorang anak muda mengantarkan motor saya dan langsung pulang kerumah,” beber Umar.

Sementara di TKP (2) yaitu di rumah Umar dan Ahmad berdasarkan keterangan Umar, seperti disebutkan polisi, bahwa setelah dari dermaga dan sudah tiba dirumahnya sekitar pukul 17.20 Wita, sekitar sepuluh menit kemudian, Rinto Cs kembali mendatangi rumah Umar yang memang jaraknya hanya 300 meter dari dermaga.

“Kalau berani, keluar ko dari rumah,” teriak Rinto pada waktu itu. Umar bermaksud meladeni teriakan Rinto tapi dihadang oleh sang ibu. Umar menuruti apa kata ibunya. Bosan menunggu, Rinto Cs kemudian meninggalkan rumah Umar sekitar pukul 17.50 Wita.

Timbulnya perkelahian ini sesuai keterangan Umar ke polisi setempat bermula pada hari Sabtu 12 Mei 2018 sekitar pukul 14.00 Wita Ahmad boncengan dengan Wawan (17) yang tak lain masih bersepupu dengannya rencana menuju pasar (arah Majene-Mamuju ) di wilayah Dusun Salutambung Desa Tubo Poang.

“Pada saat melintas di depan masjid DusunTubo Masigi Desa Tubo Poang, di tengah jalan berdiri Rinto dengan (memegang kotak amal). Ketika saya melintas mengikut di belakang mobil mengambil jalur kanan untuk menghindari pekerja di depan masjid dan melintas di belakang Rinto. Dari arah berlawanan (arah Mamuju-Majene) melaju satu unit bentor. Sayapun berusaha menghindari bentor tersebut dengan menambah suara gas motor. Selanjutnya, Rinto berteriak “Pelan-pelanko Ta***so,” teriak Rinto,” kata Ahmad.

Merasa diteriaki dengan kata-kata kotor, Ahmad kemudian berhenti namun tidak lama, karena enggan meladenin Rinto.

Menurut pengakuan Wawan, pada hari yang sama sekitar pukul 16.00 Wita, dia sementara berada dirumah Ahmad. Tidak lama kemudian datang Rinto Cs dan mencari Ahmad.

Wawan mendengar perkataan Rinto yang mengatakan, ” Beraniko? “. Ahmad menjawab, ” Bukan begitu kami cuman lewat baik-baik, ” jawab Ahmad seperti ditirukan Wawan. Bersamaan dengan itu, Rinto Cs langsung mendorong Ahmad dan mengeroyoknya beramai-ramai.

Kapolsek Sendana AKP Thamrin Nur dikonfirmasi Rabu (23/5/2018) membenarkan kejadian tersebut dan pihaknya tengah melakukan upaya mediasi.

(ipunk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *