Konflik Lahan, Kapolres Pasangkayu Bentuk Pecalang

Mamuju Utara

Mapos, Pasangkayu¬†–¬†Pecalang atau organisasi keamanan adat diwacanakan akan dibentuk oleh Polres Pasangkayu.

Wadah ini dibentuk dengan tujuan untuk memberikan informasi kepada masyarakat sekitar, agar tidak terpancing dengan informasi yang tidak benar terkait masalah konflik lahan antara warga dan perusahaan.

Wadah Ini adalah salah satu pencegahan, sekaligus pemersatu warga dan perusahaan.

“Kita akan susun AD/RT nya, dan kemudian akan kita laporkan ke Pemerintah Pasangkayu, di Kesbangpol,” tutur Kapolres Pasangkayu AKBP I Made Ary Pradana saat menghadiri undangan tokoh agama terkait sengketa lahan antara warga dan PT. Unggul. Rabu (7/3/2018).

Kapolres Pasangkayu, AKBP I Made Ary Pradana disambut tokoh adat, tokoh agama pada kegiatan penyelesaian konflik antara warga dan PT. unggul.

Ary juga mengingatkan kepada warga untuk selalu terlibat dalam menjaga situasi keamanan (kamtibmas) disekitar perkampungan dengan melibatkan semua unsur termasuk tokoh adat.

Selain itu, kata Ary, wadah Pecalang ini nantinya akan di koordinir oleh Kasat Binmas Polres Pasangkayu dan akan berperan aktif dalam setiap kegiatan keagamaan serta kegiatan adat.

Dalam pertemuan itu, turut hadir Kapolsek Baras Iptu Nurdin, Kasat Binmas Iptu Carlos, Kasat Narkoba Iptu Agung sebagai perwakilan Umat Hindu Polres Matra, Ketua PHDI Kecamatan Lariang Wayan Simpen serta tokoh adat, tokoh agama dan tokoh masyarakat se Kecematan Lariang.

(joni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *