Klarifikasi Kapolres Mamuju Atas Insiden Pemukulan Mahasiswa

Peristiwa

Mapos, Mamuju – Kapolres Metro Mamuju, AKBP Mohammad Rivai Arvan mengklarifikasi terkait insiden pemukulan mahasiswa saat mengawal aksi Front Perjuangan Pemuda Indonesia (FPPI) Cabang Mamuju di Tugu Tani, simpang lima, jalan Ir Juanda, Kabupaten Mamuju.

“Saya jelaskan, adanya insiden gesekan antara aparat polri dan mahasiswa dilatarbelakangi mahasiswa menutup jalan dan akibatkan kemacetan panjang,” jelas Rivai. Sabtu (22/9/2018).

Rivai mengatakan, ada ambulance yang terjebak macet akibat mahasiswa mengganggu arus lalulintas.

Nampak difoto oknum polisi memukul salah seorang mahasiswa.

Polisi yang mengamankan unjuk rasa, lanjut Rivai, berusaha melancarkan arus lalulintas dan menyuruh mahasiswa minggir. Namun direspon dengan penolakan hingga terjadi aksi saling dorong.

Rivai menjelaskan, ada salah satu anggota polisi terkena pukulan yang mungkin tak disadari akibat aksi saling dorong itu dan polisi respon, spontan membalas karna merasa untuk lindungi temannya.

Rivai mengatakan, jika tindakan polisi dianggap berlebihan, silahkan saja laporkan ke Polres atau ke Polda.

“Saya selaku Kapolres memastikan bahwa anggota lantas tersebut pasti ditindak tegas karna tidak profesional menjalankan pengamanan,” kuncinya.

Nampak difoto oknum polisi memukul salah seorang mahasiswa.

Sebelumnya, bentrok sempat terjadi antara aparat kepolisian dengan Front Perjuangan Pemuda Indonesia (FPPI) Cabang Mamuju.

Bentrok itu dipicu disaat salah seorang oknum polisi tiba-tiba mendatangi para aksi dan merebut bendara pataka FPPI dan membuangnya hingga menyulutkan kemarahan para mahasiswa dan beredar video di media sosial, oknum polisi Polres Metro Mamuju menendang mahasiswa saat mengawal aksi Front Perjuangan Pemuda Indonesia (FPPI) Cabang Mamuju di Tugu Tani, simpang lima, jalan Ir Juanda, Kabupaten Mamuju.

Aksi yang digelar Front Perjuangan Pemuda Indonesia (FPPI) menolak kedatangan International Monetary Fund (IMF) ke kota Bali, Denpasar pada Oktober mendatang.

(toni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *