Kepala Puskesmas Ini Dicopot Bupati karena Jenazah Warga Ditandu Keluarga Pakai Sarung

Berita Terbaru Berita Utama Kesehatan Nasional

jenazah-ditandu_20170829_033111Ini terkait kasus jenasah yang diangkut pakai sarung lantaran ambulans Puskesmas Kajang tidak bisa dipakai.

Hayanti pun dianggap tidak memiliki sikap solusif terkait masalah yang sedang dihadapi oleh warga.

“Saya sudah minta BKKDD untuk segera diganti, karena yang bersangkutan tidak memberikan solusi kepada warga, harusnya dalam kondisi seperti itu harus ada solusi yang diberikan ke warga,” kata Sukri, Senin (28/8/2017).

Sukri mengakui bahwa mobil ambulans tersebut hanya dipergunakan untuk mobil rujukan orang sakit sesuai peraturannya dari pusat.

Hanya saja dalam kondisi darurat, maka mobil pribadipun dapat digunakan untuk mengantar warga yang sedang mengalami kesulitan.

Saat ini Sukri sementara memerintahkan BKKDD Bulukumba untuk mencarikan calon pengganti Kepala Puskesmas Kajang, Sitti Hayanti Madjid.

Sebelumnya pada Kamis (24/8/2017) lalu, seorang jenazah warga Bongoro, Desa Laikang, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, terpaksa ditandu pulang oleh keluarga ke rumahnya setelah meninggal dunia di Puskesmas.

Jenazah warga yang bernama Mappi tersebut ditandu menggunakan sarung dari Puskesmas Kajang ke rumah duka sejauh 5 kilometer. Pasalnya, tak ada ambulans atau mobil jenazah yang disiapkan.

Mappi menghembuskan nafas terakhir di Puskesmas Kajang, Kamis (24/8/2017), sekitar pukul 02:00 Wita.

Saat hendak dibawa ke rumah duka, keluarga almarhum berinisiatif meminjam ambulans milik Puskesmas sebab tak ada mobil jenazah.

Pihak Puskesmas malah tak mengizinkan.

“Dia ditandu saja pulang karena pihak puskesmas tidak mengizinkan mobil ambulans di tempat itu digunakan,” kata salah seorang kerabat Mappi bernama Rauf Mila pada Jumat lalu (25/8/2017).

Pihak kerabat pun terpaksa membawa jenazah menggunakan tandu dari sarung dengan sebatang bambu.

Awalanya, foto yang diposting warganet dengan akun Facebook Rauf Mila tersebut pun langsung viral dan beragam komentar dari netizen menyayangkan elayanan di puskesam tersebut. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *