Keluarga Pasien RS Regional Luapkan Kecemasannya di Depan Dokter Spesialis

Berita Terbaru Berita Utama Kesehatan Mamuju Peristiwa Regional Sulawesi Barat

Screenshot_20171006-165234_1Mapos, Mamuju – Pelayanan Rumah Sakit Umum Regional kembali dikeluhkan oleh para keluarga pasien yang berobat disana. Selain pelayanannya yang buruk, puluhan keluarga pasien tersebut juga mengeluhkan ketersediaan obat-obatan. Untuk mendapatkan obat, keluarga pasien terpaksa membeli diluar rumah sakit yang harganya jauh lebih mahal.

Dari rekaman video yang dikirimkan ke redaksi memperlihatkan aksi protes puluhan keluarga pasien didepan dokter spesialis RSU Regional Sulbar.
“Saya terpaksa membeli obat diluar karena ketersediaan obat di apotik RSU Regional tidak ada. Pihak pengelola apotik berjanji akan mengganti uang pasien yang membeli obat di luar, namun belum dilakukan,” ungkap salah seorang keluarga pasien yang identitasnya enggan dimediakan.
Sementara itu, keluarga pasien lain juga meminta untuk pindah rujukan ke rumah sakit lain. Karena pelayanan dan fasilitas di Rumah Sakit Provinsi ini dianggap belum maksimal. “Bagai mana ini dok, saya orang jauh mau minta pindah rujukan ke rumah sakit lain,” tanya salah seorang keluarga pasien lagi di depan dokter spesialis yang mogok kerja.
Sementara itu, akibat keterbatasan yang dimiliki dan mogoknya sejumlah dokter spesialis, keluarga pasien lainnya mempertanyakan langkah yang harus ditempuh oleh pasien untuk mendapatkan perawatan medis di RSU Regional.
“Kami atas nama dokter spesialis meminta maaf sebesar-besarnya atas ketidak nyamanan ini. Kami minta dukungan dan doa kepada bapak ibu agar permasalahan ini cepat selesai dan obat-obatan serta alat kelengkapan medis dapat dilengkapi, sehingga para pasien dapat memperoleh pelayanan medis dengan baik,” ungkap salah satu dokter spesialis.
Sementara itu, dokter spesialis juga mengarahkan kepada keluarga pasien yang ingin dialihkan rujukannya kerumah sakit lain di mamuju dan menyuruh agar berkoordinasi kepada pihak BPJS kesehatan. Sebab mereka tidak ingin mengambil risiko menangani pasien dengan kondisi alat dan obat-obatan yang serba terbatas.
Screenshot_20171006-165234_1
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.