Kejuaraan Tholaling Cup Dibuka Bupati Majene

  • 9 Des 2019
  • Olahraga
  • R Fajar Soenoe
  • 542
Gambar Kejuaraan Tholaling Cup Dibuka Bupati Majene

Mapos, Majene — Olahraga Bulu Tangkis adalah salah satu cabang olahraga yang digemari oleh sebagian besar masyarakat Majene.

Untuk itu sejumlah komunitas melakukan pertandingan cabang olahraga ini demi mendapatkan atlet berprestasi.

Manurut laporan Ketua Panitia Pelaksana, Nurhak, S. Kom, M. Kes, Minggu (8/12/2019) sebelum acara dibuka di Gedung Olahraga Mandar Majene, dasar pelaksanaan kegiatan adalah hasil rapat panitia pelaksana dengan pihak sponsor Tholaling Group dan persetujuan dari ketua umum.

“Maksudnya, mendukung program PBSI Majene untuk mengembangkan bibit unggul dalam bidang bulutangkis di Kabupaten Majene,” kata Nurhak.

Dengan dibukanya kelas open se Indonesia akan memberikan rangsangan kepada para anak didik bulutangkis Majene untuk dapat mengikuti jejak pemain nasional lainnya, sehingga bibit yang muncul bisa berkembang menuju level nasional.

“Pelaksanaan pertandingan akan dilakukan selama 10 hari kedepan yaitu dari tanggal 6 Desember 2019 sampai 14 Desember 2109,” papar Nurhak.

Adapun kategori pertandingan lanjutnya, kelompok A Open yang terbuka untuk seluruh Indonesia adalah 32 pasang.

“Yang sudah mendaftar dari luar Sulawesi yaitu dari Pulau Jawa dan dalam Sulawesi sendiri yakni Manado dan Makassar serta dari Sulawesi Barat dengan kategori umur usia kelahiran 2009 putra dan putri sebanyak 48 pasang. Kelas B sebanyak 64 pasang, kelas pemula putra putri sebanyak 76 pasang dan Kelas C sebanyak 114 pasang. Hadial total mencapai Rp46 juta,” sebut Nurhak.

Sementara Bupati Majene, Fahmi Massiara dalam sambutannya mengatakan, even yang tengah dilaksanakan merupakan kegairahan dalam rangka membangun perbulutangkisan di daerah.

“Melalui kegiatan ini akan membuka peluang bagi semua pemain bulutangkis di seluruh Indonesia tanpa kecuali agar dapat berpasrtisipasi dan ikut dalam turnamen ini,’ katanya.

Ia juga salut kepada panitia pelaksana karena kegiatan yang dilaksanakan tidak ditopang sepenuhnya oleh Pemda.

“Kami tahu, bahwa membuat suatu turnamen butuh dana dan tenaga yang luar biasa. Bukan hanya dana yang dibutuhkan, namun juga panitianya yang memang harus solid,” puji Fahmi Massiara.

Lebih jauh kata dia, sebenarnya Fahmi Massiara berminat turut main eksebisi, namun Ia harus tinggalkan Majene lantaran ada acara yang cukup mendesak keluar kota.

Ia berpesan kepada panitia supaya mengatur jadwal dengan baik, sehingga pelaksanaan pertandingan dari semua kelas yang ditandingkan dapat selesai sesuai harapan.

“Ini merupakan upaya untuk membina anak-anak atlet bulutangkis di Majene di bawah binaan PBSI untuk dapat terus terbina dengan baik, sehingga kita tetap punya stok pemain yang baik dan dapat membawa Majene ke ajang nasional,” harap Fahmi Massiara.

Tak lupa Ia berucap terima kasih kepada pihak sponsor – Tholaling Group karena akan menjadi cerita tersendiri dalam dunia bulutangkis di Majene, bahwa pernah ada even yang dilaksanakn di Majene dalam skala besar.

Pembukaan Pertandingan diawali dengan pemukulan bola pertama oleh Bupati Majene, Fahmi Massiara berpasangan Kapolres Majene AKBP Irawan Banuaji kepada Dandim Majene Letkol inf Ragung Ismail Akbar berpasangan Ketua Harian PBSI Majene HM Yahya Nur.

(ipunk)