Kejati Bakal Tetapkan Tersangka Korupsi Pengadaan Lampu Jalan di Polman

Hukum

Mapos, Makassar – Tim penyidik Kejaksaan Tinggi Sulsel bakal menetapkan tersangka pada kasus dugaan korupsi proyek pengadaan lampu jalan bertenaga surya di 144 desa di Kabupaten Polman, Sulawesi Barat.

Hal ini diungkapkan Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sulsel, Salahuddin, Senin (7/5/2018).

Salahuddin berujar bahwa penyidik menggenjot serta mengumpulkan bukti-bukti dan keterangan dari sejumlah saksi termasuk melakukan pemeriksaan terhadap puluhan Kepala Desa yang ada di Kabupaten Polman.

Para saksi yang telah dimintai keterangannya tersebut, kata Salahuddin merupakan saksi yang dianggap atau diduga mengetahui persis soal proyek pengadaan lampu jalan, bertenaga surya di 144 Desa, Kabupaten Polman.

“Penyidik masih terus menggali fakta serta bukti-bukti kuat dalam kasus ini untuk mencari serta menemukan tersangka dalam kasus ini, yang telah berproses ditahap penyidikan,” ujar Salahuddin.

Salahuddin tidak menampik bila alat bukti yang telah dikantongi oleh penyidik tersebut nantinya akan dijadikan acuan atau petunjuk untuk menemukan serta menetapkan tersangka dalam kasus ini. Namun ia enggan membeberkan siapa saja yang menjadi tersangka dalam proyek ini.

Menurut Salahuddin, semua itu tergantung dari pertimbangan serta kesimpulan penyidik sendiri mengenai siapa yang akan ditetapkannya sebagai tersangka dalam kasus ini. Menurut Salahuddin, semua itu merupakan kewenangan dari penyidiknya. Tidak ada yang bisa mengintervensi proses hukum yang kini tengah bergulir di dalam kasus tersebut.

Proyek pengadaan lampu jalan sendiri dimulai pada tahun 2015. Pemerintah Kabupaten Polman, melalui dana ADD mengucurkan anggaran Rp4.610.074.000 untuk pengadaan lampu jalan tenaga surya, melalui Sekertariat Daerah (Setda) Pemkab Polmandan rekanannya yakni dari CV Zamzam.

Tahun 2016 Pemkab Polman, melalui Dinas Kesehatan menganggarkan kembali proyek tersebut sebesar Rp889.020.000 dan rekanannya yakni CV Barman serta melalui Setda Pemkab Polman sebesar Rp7.059.250.000 dan rekanannya yakni dari PT Alif Pratama, juga CV Binanga dengan anggaran sebesar Rp16.920.000.000, untuk pengadaan lampu jalan di 144 Desa.

Sedangkan tahun 2017 melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Pemkab Polmankembali lagi mengadakan proyek lampu jalan tersebut sebesar Rp188.00.000. Serta melalui Setda Pemkab sebesar Rp8.941.680.000 yang dikerjakan oleh PT Alif Pratama dan CV Binanga sebesar Rp13.536.000.000.

Diduga proyek ini menghabiskan Anggaran Dana Desa (ADD) dengan total anggaran sebesar Rp52.144.024.000.

(arman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

loading...