Kejari Mamuju Dinilai Mandul Tangani Kasus Dugaan Korupsi

Hukum

Mapos, Mamuju – Kasus dugaan korupsi anggaran Desa Tanete Pao, Kecamatan Tapalang Barat yang ditangani Kejari Mamuju hingga saat ini belum menunjukkan titik terang. Kasus tersebut dinilai mandul dan mengendap di Kejaksaan Negeri (Kejari) Mamuju.

Kasus dugaan korupsi yang diduga melibatkan Kades Tanete Pao, berkasnya telah berada di meja kejaksaan selama empat bulan. Namun hingga kini proses penanganan hukumnya tidak jelas.

Bahkan statement Kejari Mamuju Andi Muh. Hamka berjanji akan menangani kasus tersebut secara profesional. Namun lagi-lagi tak terbukti.

Anehnya juga, pernah Kasi Pidsus Kejari Mamuju mencoba langsung ke Desa Tanete Pao, namun karena akses jalan niat tersebut urung dilakukan.

Kejari Mamuju Andi Muh. Hamka yang ditemui pekan lalu mengatakan, kasus tersebut dalam penanganan Kasi Intel Kejari Mamuju.

“Kasusnya sudah ditangani Kasi Intel,” ujarnya.

Dikutip dari iniklik.com, Kasi Intel Kejari Mamuju, Dhian Arwitadibrata membantah pernyataan Kejari Mamuju. Dhian mengaku tidak menangani kasus tersebut.

“Nggak ada mas,” singkat Dhian via whatsapp.

Kantor Kejaksaan Negeri Mamuju.

Sementara itu, Ketua Laskar Anti Korupsi (LAK) Sulbar, Muslim Fatillah Azis menilai Kejari mandul menangani kasus dugaan korupsi Tanete Pao.

“Kejari mandul dalam menyelesaikan kasus korupsi ini ada apa? sebab hingga kini belum ada kasus korupsi yang mampu diselesaikan,” terang Muslim. Kamis (12/4/2018).

Muslim mempertanyakan kepada pihak Kejari Mamuju perihal penanganan kasus dugaan korupsi yang hingga kini masih mengendap.

“Banyak kasus yang mengendap di Kejari Mamuju, salah satunya adalah kasus dugaan korupsi rumah bedah di Desa Taan yang kini penangan hukumnya tidak jelas dan lain-lain,” terang Muslim.

Bila kasus ini tak juga selesai, maka kami akan menggelar parlemen jalanan,” tutup Muslim.

Sebelumnya, seorang warga di Desa Tanete Pao yang enggan namanya dipublish mengatakan, hampir seluruh program fisik yang disepakati dalam musrembang desa tak direalisasikan kepala desa Tanete Pao.

Salah satunya adalah pekerjaan rabat beton di Dusun Tanete Kaha, Desa Tanete Pao dengan volume panjang 350 meter dan luas 2 meter dengan anggaran Rp 243.190.000 itu hanya dikerjakan sepanjang 100 meter.

Warga menyebutkan, proyek serupa juga terjadi di Dusun Tanete Pao, Desa Tanete Pao. Program rabat beton volume 210 x 2 meter dengan anggaran Rp.148.570.500 sama sekali tidak dikerjakan.

Selain itu kata warga, proyek fisik lainnya yang tidak selesai diantaranya, 2 titik pembukaan jalan tani dengan masing-masing anggarannya lebih dari Rp.63 juta, pembangunan MCK Rp.20 juta, pembangunan Poskesdes seluas 4×6 meter dengan anggaran kurang lebih Rp 70 juta, molen atau mobilisasi dengan anggaran kurang lebih Rp 16 juta dan pembangunan sarana air bersih dengan anggaran Rp 25 juta.

“Semua pekerjaan itu tidak selesai,” ungkap warga.

Warga mengatakan, bila dilihat, seluruh program anggaran Desa Tane Pao tahun 2017 hanya berjalan sekira 15 persen.

Dia meneruskan, pihak pemerintah desa juga menganggarkan pengadaan mesin huller atau pemotong padi dengan besaran Rp 20 juta. Namun mesin tersebut tidak ada.

Saat dirinya mempertanyakan soal masalah tersebut, Kades Tanete Pao berkilah bahwa proyek yang tidak selesai akan dilanjutkan.

“Kalau seumpama pekerjaan dilanjutkan tahun ini, anggaran tahun lalu dikemanakan? Saya atas nama warga sangat kecewa dengan kades. Apalagi, seluruh masyarakat Tanete Pao masih keluarga dekat,” keluhnya.

Kades Tanete Pao, Arman yang dikonfirmasi via handphone menuturkan, tidak terealisasinya program pembangunan di Desa Tanete Pao karena sulitnya akses jalan menuju wilayah tersebut.

“Akses jalan yang tidak mendukung sangat sulit kita bawa material masuk ke Tanete Pao,” ujarnya.

Saat ditanya soal nasib anggaran Desa Tanete Pao tahun 2017 yang mencapai miliaran rupiah, Arman mengatakan bahwa anggaran tersebut sudah dibelanjakan moleng.

Sekadar diketahui, anggaran Desa Tanete Pao tahun 2017 berjumlah Rp.1.015.520.000. Berdasarkan papan APB (Anggaran Pendapatan dan Belanja (APB) desa, alokasi dana Desa Tanete Pao 19 persen untuk biaya penyelenggara pemerintah desa, 63 persen pembangunan desa, 4 persen pembinaan kemasyarakatan desa dan 14 persen untuk pembinaan masyarakat desa.

(toni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *