Kecamatan Malunda dan Ulumanda dapat BSPS

Majene

Mapos, Majene – Tahun anggaran 2018, dua kecamatan di Kabupaten Majene kembali mendapat Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) bagi masyarakat kurang mampu.

Sosialisasi yang dilakukan oleh Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertahanan Kabupaten Majene di Lapangan Sepak bola Tasinara Malunda (30/5/2018) kemarin menghadirkan Bupati Majene Fahmi Massiara, TP4D Sulselbar, Camat Malunda, Camat Ulumanda, dan masyarakat penerima manfaat serta tenaga fasilitator.

Menurut Ka Satker SNVT Penyediaan Perumahan Provinsi Sulbar Yastrib ST, bantuan BSPS dari kementerian adalah pancingan kepada masyarakat agar masyarakat bisa berswadaya dalam membangun rumah yang dinyatakan oleh tenaga fasilitator tidak layak huni.

Menurut dia, ada 300 unit BSPS diberikan kepada dua kecamatan yaitu Kecamatan Malunda sebanyak 147 unit rumah dan Kecamatan Ulumanda sebanyak 153 unit.

Bantuan tersebut katanya, akan diberikan kepada masyarakat penerima manfaat berupa material bangunan seperti kayu dan atap. “Kali ini didalamnya sudah ada upah tukang sebesar Rp2,5 juta,” kata Yastrib.

Dia berharap kepada calon penerima bantuan, apa pun bentuknya penerima manfaat dapat melaksanakan pembangunan dengan baik sesuai mekanisme bantuan.

“Jangan bantuan material yang diberikan kemudian dijual. Jangan, karena akan menyulitkan kami dan pemerintah Kabupaten Majene,” harap Yastrib.

Pada kesempatan sama, Bupati Majene Fahmi Massiara menyatakan, sebagaimana diamanatkan dalam UUD 45 dalam pasal 28 menyebut, bahwa rumah adalan salah satu hak dasar rakyat sehingga pemerintah wajib melakukan upaya-upaya.

Rumah kata Fahmi, merupakan cerminan pribadi dan kepribadian bangsa. Sayangnya, pemenuhan hak dasar seperti rumah belum terpenuhi karena ada kesenjangan yang masih relatif besar.

“Kabupaten Majene saat ini masih memiliki 7.500 kepala keluarga (KK) deadlock atau belum memiliki rumah dari 39.000 KK yang ada. Sedangkan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) mencapai 4.200 unit rumah. Dengan data itu, maka pembangunan perumahan masih perlu ditingkatkan dengan harus didukung oleh kebijakan secara komperenhensif dan terpadu supaya pemenuhan kebutuhan dasar rakyat segera terpenuhi.

Tahun 2018 ini kata Fahmi, Kabupaten Majene menerima BSPS sebanyak 681 unit dengan rincian 381 unit dari sumber DAK dan 300 unit dari APBN Satker.

“Jika terealisasi tahun 2018, RTLH sudah berkurang menjadi sekitar 3.500-an,” kata Fahmi Massiara.

Dia berharap program BSPS dapat meringankan beban masyarakat.

Dan yang menjadi kendala di masyarakat lanjut Fahmi, yaitu kebanyakan RTLH yang dihuni oleh masyarakat adalah bukan sebagai pemilik tanah sehingga tidak masuk dalam kriteria sebagai masyarakat yang layak menerima manfaat.

Tak lupa Fahmi Massiara atas nama pemerintah dan masyarakat berterima kasih karena telah mengalokasikan BSPS kepada masyarakat Majene.

(ipunk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *