Kecam Pelecehan Seksual, Massa Demo di Kantor Bupati Mateng

Mamuju Tengah

Mapos, Mateng¬†–¬†Puluhan Mahasiswa PMII dan Aliansi Pemuda Topoyo, Mamuju Tengah, Sulawesi Barat menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Bupati Mamuju Tengah (Mateng), Kamis (13/9/2018).

Mereka mendesak Pemkab Mateng agar tidak melindungi pelaku kejahatan asusila dan menjatuhkan hukuman setimpal terhadap pelaku.

Aksi aliansi ini dimulai dari belakang sekretariat PDIP Cabang Topoyo, jalan Poros Tumbu kemudian melakukan long march ke kantor Bupati Mateng.

Dalam orasinya, kordinator lapangan Muh. Fajar menuntut agar dugaan pelecehan seksual terhadap honorer berinisial NH oleh oknum tenaga kontrak Dinas Koperindag Mateng diusut tuntas dan diberikan sanksi pemberhentian.

Mereka mendesak Pemerintah tidak melindungi pelaku kejahatan asusila. Sebab, jika tindakan asusila terus dibiarkan tidak menutup kemungkinan akan muncul korban baru lainnya.

“Kami meminta kepada Pemkab Mateng mengusut tuntas terkait dugaan pelecehan yang dilakukan oleh oknum tenaga kontrak Koperindag Mateng inisial HE,” teriak Fajar.

Tak hanya itu, mereka juga mendesak pemerintah Mateng agar Kadis Koperindag Mateng dicopot dari jabatannya serta segera melakukan permintaan maaf kepada aliansi mahasiswa atas tudingannya yang mengatakan bahwa aksi mahasiswa ditunggangi dan direkayasa.

“Kami meminta kepada pemerintah Mateng agar kadis Koperindag dicopot dari jabatannya dan segera melakukan permintaan maaf kepada aliansi mahasiswa,” sebut Fajar.

Massa juga mengecam perbuatan pelaku serta mendesak pemerintah agar mengeluarkan peraturan daerah yang mengatur perilaku tenaga kontrak, pegawai dan pejabatnnya. Jika mereka terlibat tindakan asusila bisa langsung dipecat.

foto/istimewa

Wakil Bupati Mateng Amin Jasa saat menerima perwakilan demonstran di ruangannya menegaskan pihaknya menyerahkan sepenuhnya permasalahan itu kepada pihak kepolisian.

“Persoalan ini saya serahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian untuk segera diusut, apabila nanti bila terbukti maka pelaku akan dipecat,” kata Amin.

(usman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *