Kasus Pelengseran Belasan Aparat Desa Bonde Bonde 2 Tahun Mandeg

Gambar Kasus Pelengseran Belasan Aparat Desa Bonde Bonde 2 Tahun Mandeg

Mapos, Majene — Sedikitnya 12 aparat desa di Desa Bonde-Bonde Kecamatan Tubo Sendana ketar-ketir lantaran sudah dua tahun aduannya ke berbagai pihak tidak membuahkan hasil.

Mantan Sekretaris Desa (Skedes) Bonde-bonde Kecamatan Tubo Sendana Muhammad Arif kepada wartawan, Selasa (11/08/2020) mengatakan, oleh kepala desa terpilih memberhentikan dirinya bersama aparat desa lainnya tanpa sebab dan tanpa rekomendasi pemberhentian sesuai aturan yang berlaku.

“Setelah dia terpilih, kamu semua diberhentikan tanpa sebab. Kasus pemberhentian ini sejak 2018, dan saya melapor ke pihak terkait, yakni pihak PMD Majene, Inspektorat bahkan ke tim pertimbangan Kabupaten Majene, karena saya menduga tidak sesuai atauran yang berlaku, namun sampai saat ini tidak ada hasil,” kata Arif.

Ia menyebut, dalam pengangkatan dan pemberhentian perangkat desa telah diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 83 Tahun 2015 Tentang Pengangkatan dan Pemberhentiaan Perangkat Desa.

“Kades memberhentikan perangkat desa setelah berkonsultasi dengan camat. Hal ini juga ditegaskan dalam Permendagri Nomor 83 Tahun 2015 Tentang Pengangkatan dan Pemberhentiaan Perangkat Desa, perlu dipahami bahwa Kades tidak bisa sepihak memberhentikan perangkat desa,” terang Arif.

Diakatakan, terdapat tiga sebab seorang perangkat desa dapat berhenti, yakni karena meninggal dunia, permintaan sendiri dan diberhentikan karena usia telah genap 60 tahun, dinyatakan sebagai terpidana berdasarkan keputusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap, berhalangan tetap, tidak lagi memenuhi persyaratan dan melanggar larangan sebagai perangkat desa.

“Kades memang memiliki kewenangan dalam memimpin desa, tapi bukan berarti kades bisa melakukan apa saja sesuai keinginan sendiri dan kelompoknya karena semua yang dilaksanakan harus sesuai dengan keinginan rakyat desa,” paparnya.

Pada tempat sama, Ketua Lembaga Swadaya Badan Aliansi Strategi Mahkamah Internasional (Basmi) Syamsuddin mengaku, akan terus mengawal dan mengawas kasus pergantian aparat desa Bonde-bonde Kecamatan Tubo Sendana.

“Saat ini kita masih menunggu proses penyelidikan dari pihak kepolisian Polres Majene, karena kasus ini sudah ditangani kepolisian,” singkatnya.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Majene AKP Jamaluddin menjelaskan, pihaknya masih melakukan introgasi terkait kasus pemberhentian Sekdes dan sejumlah aparat desa.

“Kita sudah kirimkan undangan untuk datang ke kantor, dan kasus ini belum masuk penyidikan,” aku AKP Jamaluddin.

Hingga berita ini tayang, Kades Bonde Bonde Kecamatan Tubo Sendana, Nuruddin belum dapat dimintai keterangan terkait masalah tersebut, sementara melalui nomor telepon selulernya belum dapat terhubung.

(fajar/)