Kasat Lantas : Parkir di Badan Jalan Beresiko Pidana

Majene

Mapos, Majene – Analisa Mengenai Dampak Lalu Lintas (Amdalalin) pada dasarnya merupakan analisa pengaruh pengembangan tata guna lahan terhadap sistem pergerakan arus lalulintas disekitarnya, Undang undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dalam pasal 1 angka 2 menyatakan bahwa Lalu Lintas adalah gerak kendaraan dan orang di ruang lalulintas jalan.

Disatu satu sisi, pembangunan pengembangan properti, baik itu perumahan, pusat perbelanjaan, apartemen, dan sebagainya, pasti berkaitan erat dengan kinerja lalu lintas di jaringan jalan sekitarnya

Hal ini terjadi disebabkan oleh pergerakan arus lalu lintas keluar masuk kawasan properti tersebut. Mobilitas penghuni kawasan properti ini akan berpengaruh pada tingkat pelayanan jaringan jalan disekitarnya. “Oleh karena itu perlu dilakukan Amdalalin,” ungkap Kasat Lantas Polres Majene AKP Rusli Said sesaat sebelum melakukan rapat koordinasi pembentukan forum komunikasi lalulintas (FKLL) di Ruang Rapat Universitas Terbuka Rabu (9/5/2018)

Menurut pasal 47 PP No. 32 tahun 2011, kata Rusli Said, setiap rencana pembangunan pusat kegiatan, pemukiman dan infrastuktur yang akan menimbulkan gangguan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas dan angkutan jalan wajib dilakukan Amdalalin.

Amdalalin itu sendiri katanya adalah serangkaian kegiatan kajian mengenai dampak lalu lintas dari pembangunan pusat kegiatan, permukiman, dan infrastuktur yang hasilnya dituangkan dalam bentuk dokumen hasil Amdalalin.

Forum ini dibuat sebut Rusli sebagai wadah untuk menciptakan dan membuat suatu keputusan atau kesepakatan yang mengacu pada kebijakan yang berhubungan dengan trasportasi dan jaringan jaIan di wilayah Kabupaten Majene

“Melalui wadah ini diharap forum dapat memediasi jika tempat usaha dinilai tidak memadai dalam kajian Amdalalin,” katanya.

FKLL akan dijadikan sebagai sarana yang optimal sehingga terjadi keterikatan yang baik antar transpotasi, jaringan jalan dan pemakai jalan guna menciptakan Kamseltiblancar yang kondusif.

Forum yang digadang-gadang akan dibina oleh bupati Majene nantinya, lanjut Rusli akan melakukan penilaian dan formulasi dampak lalu lintas yang ditimbulkan oleh daerah pembangunan baru terhadap jalan di sekitarnya

Upaya sinkronisasi terhadap kebijakan pemerintah dalam kaitannya dengan penyediaan prasarana jalan yang diharapkan dapat mengurangi konflik, kemacetan dan hambatan lalu lintas

FKLL juga diharap sebagai penyedia solusi yang dapat meminimalisir kemacetan lalu lintas yang disebabkan oleh dampak pembangunan baru .

Penyusunan rekomendasi pengaturan sistem jaringan jalan internal, kebutuhan fasilitas ruang parkir, penyediaan sebesar mungkin untuk kemudahan akses ke lahan yang dlbangun.

“Banyak dari pelaku usaha di Majene dalam membangun bangunan usahanya tidak melalui Amdalalin. Padahal, pelanggan yang memarkir kendaraan di atas badan jalan dapat dipidana jika kendaraan yang diparkir tersebut tertabrak oleh pengguna jalan lainnya,” ungkap Rusli Said.

Dia berharap, melalui FKLL dapat sebagai mediator kepada pelaku usaha yang tidak mengindahkan Amdalalin.

Turut hadir dalam acara wakil forum komunikasi pimpinan daerah, para kepala OPD dari dinas terkait, unsur Jasa Raharja, Organda dan undangan lainnya.

(ipunk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *