Kapolsek Sampaga: UKM Boleh Beli BBM di SPBU Pakai Jeriken, Asal

Mamuju

Mapos, Mamuju¬†–¬†Puluhan pengusaha Usaha Kecil Menengah (UKM) mendatangi pihak Polsek Sampaga.

Kedatangan mereka, meminta solusi agar diperbolehkan membeli BBM menggunakan jeriken.

Kapolsek Sampaga Iptu Mukhtar Mahdi menegaskan bahwa tiap SPBU dilarang melayani pembeli dengan menggunakan jerigen. Namun, kata dia, diberikan toleransi bagi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang memiliki surat resmi dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan atau untuk sementara dari desa setempat.

“SPBU boleh melayani pembelian bensin dengan jerigen asalkan pembeli itu mempunyai izin dari Disperindag atau untuk sementara dari desa. Umumnya mereka itu para pelaku UMKM,” tegasnya. Sabtu (25/8/2018).

Namun Kapolsek Sampaga tetap meminta pihak masyakarat pelaku UKM agar membuat surat tanda pengisian atau ijin dari Disperindag atau untuk sementara dari desa. Hal itu untuk mencegah pemanfaatan atau modus penimbunan BBM.

“Jangan sampai itu jadi modus baru, nanti bisa jadi alasan karena punya surat maka bisa mengisi berkali-kali,” imbuh Mukhtar.

Menurutnya, ada batasan pengisian jeriken bagi UKM bila memikili surat ijin sementara dari desa.

“Ada batasannya bagi UKM membeli BBM pakai jeriken yakni, untuk pelaku usaha kecil tetap bisa dilayani juga namun dibatasi, minimal 2 jeriken isi 30 liter dan yang jauh 3 jeriken, itupun tetap harus diutamakan bagi kendaraan terlebih dulu dan untuk industri tidak dibolehkan,” tuturnya.

Dengan begitu, lanjut Kapolsek, penjualan BBM eceran akan lebih tertib karena takaran pas dan lebih memperhatikan aspek keamanan.

Selanjutnya kata Kapolsek, ia akan melakukan koordinasi ke Disperindag Mamuju terkait UKM yang ada di Sampaga.

foto/istimewa.

“Secepatnya, saya akan koordinasi ke Disperindag, apa-apa saja yang diperlukan bagi UKM untuk membeli BBM di SPBU menggunakan jeriken,” tutupnya.

(toni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *