Kapolsek Sampaga Beri Materi di Acara Bawaslu, Begini Penjelasannya

Mamuju

Mapos, Mamuju – Penyenggaraan Sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisipatif yang digelar Bawaslu Kecamatan Sampaga pada Kamis (7/6/2018) di hotel Lestari menghadikan materi terkait “Peran Kepolisian Dalam Pemilu 2018/2019”

Pada kesempatan itu, Kapolsek Sampaga Iptu Muhktar Mahdi diberikan kesempatan membawakan materi terkait peran Polri dalam pengawasan Pemilu.

Di isi materinya, Kapolsek mengatakan, peran Polri dalam pelaksanaan pemilu 2018/2019 merupakan alat negara yang memiliki tugas menjaga netralitas, artinya tidak terlibat dalam politik.

Mukhtar Mahdi menjelaskan, selain diatur oleh UUD 1945 dan TAP MPR, netralitas Polri dalam Pilkada juga diatur dalam Pasal 28 ayat 1, 2, dan 3 Undang-undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Polri. Pasal tersebut menegaskan beberapa hal, yakni Polri bersikap netral dalam kehidupan politik dan tidak melibatkan diri pada kegiatan politik praktis, anggota Polri tidak menggunakan hak pilih dan dipilih dan anggota Polri dapat menduduki jabatan di luar kepolisian, setelah mengundurkan diri atau sudah pensiun dari dinas kepolisian.

Selain UU Kepolisian, netralitas Polri juga disebutkan dalam Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada. Dalam Pasal 71 UU Pilkada tersebut, pejabat negara, pejabat daerah, aparatur sipil negara, anggota TNI, Polri dan kepala desa atau sebutan lain, dilarang membuat keputusan atau tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu pasangan calon.

Kapolsek Sampaga Beri Materi di Acara Bawaslu.

Berikut Ini Adalah Implementasi Tugas Polri dalam Menjaga Jalannya Pilkada Serentak 2018/2019.

1. Melakukan pengamanan dalam penyelenggaraan Pilkada sesuai dengan tugas, peran dan fungsi Polri secara professional dan proporsional.

2. Netral dengan tidak memihak, tidak berpihak dan tidak memberikan dukungan baik materiil maupun inmateriil kepada salah satu kontestan Pilkada.

3. Satuan / Perorangan / Sarana dan Prasarana tidak dilibatkan rangkaian kegiatan Pilkada dalam bentuk apapun di luar tugas dan fungsi Polri.

4. Anggota Polri tidak menggunakan hak memilih dalam Pilkada.

5. Terhadap keluarga anggota Polri hak memilih merupakan hak individu selaku warga negara, secara institusi / kesatuan anggota Polri dilarang mengarahkan keluarganya dalam memberikan dukungan kepada Paslon tertentu.

Ia melanjutkan, bebarapa hal tugas Polri dalam pemilu yakni sebagai berikut.

1. Melakukan pengamanan pada setiap tahapan pelaksanaan pemilu, agar peyelenggaraan pemilu dapata berjalan dengan aman dawn lancar.

2. Melakukan penyidikan terhadap tindak pidana pemilu yang dilaporkan kepada Polri melalui Bawaslu, Panwaslu Provinsi, Panwaslu Kabupaten/Kota.

3. Melakukan tugas lain menurut Per UU yang berlaku : Melakukan tugas pelayanan penerimaaan pemberitahuan kegiatan kampanye dan atau pemberian ijin kepada peserta pemilu.

(usman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *