Kapolres Majene : Isu Telur Palsu Beredar, Hoax

Majene

Mapos, Majene – Beredarnya kabar burung soal telur palsu ada di kalangan masyarakat dan pedagang membuat jajaran Polres Majene bersama pihak Dinas Pertanian, Peternakan dan Perkebunan (Distanakbun) Kabupaten Majene melakukan penyisiran ke sejumlah pedagang.

Dua dari kiri ke kanan Kabid Perternakan Distanakbun Kabupaten Majene Ir Muh Syafei, Kapolres Majene AKBP Asri Effendy, Kasat Reskrim Polres Majene AKP Syaiful Isnaini Foto : Dok Mapos.

Kapolres Majene, AKBP Asri Effendy usai melakukan penyisiran kepada pedagang telur di Pasar Sentral Majene Selasa (20/3/2018) mengatakan, pihaknya melakukan penyisiran lantaran menyikapi isu telur palsu yang kembali marak beredar di media sosial.

“Kalau di Majene sendiri ada pelaporan masalah telur palsu sejak bulan lalu, sekitar tanggal 23 Pebruri di medsos. Atas tindakan tersebut, maka kami dari pihak Reserse dan Polsek serta dinas terkait  langsung melakukan tindakan yaitu mengamankan telur-telur di TKP. Kemudian kami berkoordinasi dengan dinas terkait untuk mengkaji hasil temuan telur di lapangan,” urai Asri Effendy.

Hasilnya kata dia, Distanakbun Majene melalui bidang peternakan minta dilakukan pemeriksaan secara laboratorium.

“Alhamdulillah, akhir bulan kemarin tanggal 27 Pebruari sudah keluar hasil labnya dan dinyatakan bahwa telur yang beredar adalah telur asli. Hanya saja mungkin kualitasnya ada yang bagus dan ada yang sudah menurun atau kurang bagus,” ujar Asri Effendy.

Dari hasil uji lab lanjut Asri Effendy sudah menjelaskan secara teknis bahwa isu telur palsu yang beredar di sosial media tidak benar atau hoax.

“Saya minta kepada masyarakat untuk tetap tenang karena isunya tidak benar, hanya palsu saja yang itu bohong saja,” tegas Kapolres Majene.

Ia berharap agar masyarakat tetap tenang dan bisa mengkonsumsi makanan yang bergizi. Karena sudah dipastikan tidak ada peredaran telur palsu.

Senada dengan Kabid Peternakan Distanakbun Muhammad Syafei. Ia mengatakan, setelah mendapat release dari Polres Majene terkait isu peredaran telur palsu, pihaknya langsung menyikapi dengan mengirim sampel ke laboratorium makanan dan Keswan di Sulawesi Selatan.

“Ternyata hasilnya itu sesuai dengan anatomi telur bahwa telur tersebut adalah telur yang asli. Perlu kami sampaikan bahwa telur itu ada tiga. Yang pertama ada cangkang, ada selaput serta albumin. Itu adalah anatomi dari telur,” kata Syafei.

Sehubungan dengan hal tersebut lanjut dia, bahwa telur yang beredar di Majene adalah telur asli. Setelah dianalisis lebih lanjut, sesuai dengan komposisi telur, ternyata telur yang ditemukan di Pasar Sentral Majene sama saja dengan telur yang beredar di seluruh pedagang yaitu telur asli.

Syafei juga berharap agar masyarakat tidak resah dengan adanya isu telur palsu dan tetap mengonsumsi telur seperti biasa.

“Telur yang beredar saat ini adalah telur hasil produk biologis yang tidak bisa dipalsukan oleh teknologi tercanggih apapun,” pungkas Syafei.

(ipunk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *