Kapolda Sulbar Silaturrahmi dengan Lembaga Keagamaan

Mamuju Utara

Mapos, Pasangkayu – Kapolda Sulawesi Barat (Sulbar) Brigjen Pol Baharuddin Djafar bersilaturrahmi dengan Lembaga Keagamaan Selasa (17/4/2018) di Aula Hotel Devonder Pasangkayu Jalan I Gusti Ngurah Rai Kabupaten Pasangkayu.

Silaturrahmi Kapolda Sulbar dengan penyuluh agama ini merupakan tema “Implementasi Program Direktif Menteri Agama RI Tahun 2018”.

Turut hadir dalam acara itu, Danrem 142 Tatag Kolonel Inf. Taufik Shobri, Dir Binmas Polda Sulbar Kombespol Dr.A Yoyoh Indayah,SH, Kapolres Mamuju Utara AKBP Made Ary Pradana, SH, S.IK, Dandim 1427 Pasangkayu letkol Kadir T. S.Ag, Kaiter Kodim 1428 Letkol Inf. Ari Wahyu, Kepala Kementrian Agama Prov. Sulbar H. Muhdin Mpd.I, Kepala Kementrian Agama Kabupaten Pasangkayu H. Mustafa, S.Ag.,MA, Ketua FKUB Drs.Djamaluddin, Kabid Bina Pendaftaran Penduduk Dukcapil Kabupaten Pasangkayu I Made Widiyas, Kasat Binmas Iptu Abdul Mutthalib Carlo, Kepala KUA Se-Kabupaten Pasangkayu, para tokoh agama, dan penyuluh agama se Kabupaten Pasangkayu.

Kandepag Kabupaten Pasangkayu H.Mustafa dalam sambutannya mengatakan, pogram ini merupakan agenda Kemenag RI untuk mengumpulkan para tokoh agama wilayah Kabupaten Pasangkayu dalam menghadapi Pemilu presiden tahun 2019.

“Di wilayah Kabupaten Pasangkayu terdapat 11 paham atau aliran agama semuanya kami kumpulkan dalam kegiatan ini yakni salam dan sapa.

Pada kesempatan sama, Kanwil Kemenag Prov.Sulbar H.Muhdin,S.Ag mengatakan, kegiatan 4 pilar yang telah dicanangkan teridiri dari penyuluh agama, Babinkamtibmas, Babinsa agar bisa dijadikan panutan dan contoh dalam menjalani kerukunan hidup umat beragama.

“Dukungan para penganut agama menjadi hal terpenting dalam Kemenag mengoptimalkan 4 Pilar tersebut,” katanya.

Jika Program ini berjalan kata Mudin, maka pengeluaran zakat menjadi mudah dalam kehidupan masyarakat.

Lain hal dikatakan Danrem 142 Tatag Kolonel Inf.Taufik Shobri. Menurut dia, TNI berkomitmen bersama Bapak Kapolda Sulbar dan Kanwil Prov.Sulbar tetap menjaga netralitas dalam menghadapi Pemilu legislatif dan Pilpers tahun 2019.

“Di Wilayah Pasangkayu taraf kesejahtraan cukup bagus mencapai angka 11 persen, hal ini berdampk positif kepada kehidupan masyarakat. TNI senantiasa menjaga Netralitas dan tidak masuk dalam organisasi Parpol jika mau tergabung dalam organisasi syaratnya harus mundur,” tegas Taufik Shobri.

Kegiatan 4 pilar terhadap Penyuluh Agama katanya TNI AD, memiliki Babinsa yang tugasnya menjaga NKRI serta ketahanan pangan.

Masih di tempat yang sama Kapolda Sulbar Brigjen Pol Drs. Baharuddin Djafar M.Si mengatakan, program 4 Pilar Kemenag RI tidak akan jalan jika tidak ada iman dalam hati kita dan tidak akan ada integritas yang ditanamkan dalam hati.

“Dalam 4 Pilar ada rasa kebersamaan dalam bekerja. Penyuluh agama tingkat kabupaten, kecamatan kebersahajaan sangat penting diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Baharuddin.

Netralitas penyuluh agama katanya, bukan mengajak masyarakat untuk memilih salah satu paslon akan tetapi mengajk orang untuk taat kepada Allah.

“Kerja sama 4 pilar ini intinya mengajak orang taat kepada Allah. Kepada penyuluh agama, Babinkamtibmas dan Babinsa menjadi hal terpenting yang harus kita amalkan adalah memakmurkan tempat ibadah,” kunci Baharuddin Djafar.

(usman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *