Kapolda Sulbar Rilis Catatan Hitam Briptu ASW, Pengedar Sabu Antar Provinsi

Peristiwa

Mapos, Mamuju¬†–¬†Oknum polisi berpangkat Briptu ASW yang bertugas di Polres Mamuju Utara ditangkap pihak BNN Kalimantan Utara (Kaltra) karena kedapatan membawa dan menyimpan narkotika jenis sabu.

Dalam catatan hitamnya, oknum polisi itu sering kali terlibat dalam peredaran narkoba lintas provinsi hingga mendapatkan disersi dari Polda Sulbar.

Berdasarkan laporan dari Propam Polres Matra, Briptu ASW tidak pernah menjalani tugas kedinasannya selama 518 hari, bahkan Briptu ASW terkenal sangat keras kepala, beberapa kali panggilan dari Propam pun tak pernah digubrisnya.

Berikut uraian catatan hitam Briptu ASW

Pada tahun 2017 Briptu ASW ditangkap oleh unit Jatanras Poltabes Makassar saat sedang pesta sabu dengan temannya.

Dalam catatan PN Makassar, Briptu ASW divonis 1 tahun penjara dan bebas pada 23 Februari 2017. Atas vonis tersebut Jaksa melakukan banding dan hingga saat ini proses kasasi masih terus berlanjut.

Belum selesai proses kasasi, pada Agustus 2018, Briptu ASW kembali ditangkap oleh pihak BNN Kalimantan Utara (Kaltra).

Dari keterangan Kapolda Sulbar Brigjen Pol Baharudin Djafar bahwa melalui laporan Kepala BNN Kalimantan Utara Brigjen Pol Ery Nursatary menyebutkan, Briptu ASW mencoba mengirim barang jenis sabu melalui jalur udara (cargo pesawat) tujuan Kota Makassar.

Pihak Bandara mendeteksi barang yang mencurigakan itu lewat detektor Xray. Pihak bandara pun menghubungi pihak BNN Kaltra.

Kemudian pihak BNN pun melakukan penelesuran melalui alamat yang dituju. Hasilnya, BNN menemukan Briptu ASW yang mengambil barang tersebut.

Kini tersangka Briptu ASW dalam penahanan di BNN Kaltra dan akan dilimpahkan penahannya ke BNN Sulawesi Barat.

Akibat kejadian itu, Kapolda Sulbar geram atas ulah oknum polisi yang telah mencoreng citra kepolisian.

Kapolda Sulbar Brigjen Pol Baharuddin Djafar saat menggelar konferensi pers di warkop 157.

Dengan tegas Kapolda mengatakan, oknum polisi seperti harus disingkirkan dari tubuh Polri.

“Oknum polisi itu tidak pantas berada di tubuh Polri,” sebutnya saat menggelar press rilis di warkop 157. Senin (20/8/2018).

(toni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *