Kapolda Sulbar : Bekal Menuju Akhirat

Polewali

Mapos, Polman – Di Masjid Jami Al Muttaqin, Yayasan Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an, jalan Bahari Kelurahan Wetang Polman. Usai menunaikan shalat Magrib secara berjamaah, Kapolda Sulbar Brigjen Pol Baharuddin Djafar berkesempatan memberikan tausyahnya. Sabtu (7/4/2018).

“Bekal Menuju Akhirat” itulah tema yang dikupas oleh Kapolda.

Hari akhir pasti datang. Seluruh manusia kelak akan dibangkitkan dan diperhitungkan sesuai amalnya. Pada hari itu akan terbongkar semua rahasia, tak ada yang bisa dirahasiakan seperti hidup di dunia. Bahkan seluruh rahasia hati saat itu akan dibeberkan oleh Allah SWT.

Pada hari itu seluruh manusia akan menyesali perbuatannya. Tak ada yang bisa lari dari ke-Maha Besara-Nya. Sekecil apapun kebaikan atau keburukan pasti akan mendapat balasannya. Karena itu, berhati-hatilah menghadapi hari akhir.

Layaknya menuju sebuah perjalanan yang panjang lagi melelahkan, maka seseorang dalam menempuhnya tentu akan membawa bekal sebagai persiapan. Tak berbeda dengan perjalanan menuju akhirat, kita pun membutuhkan bekal yang tak sedikit.

Walau akhirat itu benar adanya, tapi tidak setiap orang pandai mempersiapkan bekal untuk menghadapinya. Karena itu, banyak di antara manusia yang lalai dan lengah sebab terlena dengan gemerlapnya dunia fana.

Padahal waktu yang diberikan-Nya untuk beramal di dunia ini hanya sebentar. Waktu yang singkat itulah bakal yang akan menentukan kehidupan abadi seseorang di akhirat kelak. Allah SWT berfirman, “Dan (ingatlah) akan hari (yang di waktu itu) Allah mengumpulkan mereka, (mereka merasa di hari itu) seakan-akan mereka tidak pernah berdiam (di dunia) kecuali hanya sesaat di siang hari.” (QS.Yunus : 45)

Waktu menuju akhirat begitu cepat mendekat. Namun masih banyak dari kita yang menunda-nunda untuk mencari bekal menuju kehidupan abadi selamanya itu. Karena itu Allah SWT mengingatkan kita dalam firman-Nya, “Telah dekat kepada manusia hari (yang akan) menghisab segala amalan mereka, sedang mereka berada dalam kelalaian lagi berpaling (daripadanya).” (QS. Al Anbiya : 1)

Ada dua bekal utama yang harus dipersiapkan setiap muslim guna menempuh perjalanan akhirat yaitu; pertama, bekal iman. Dengan iman yang kokoh ini hati bisa bersabar dalam menerima berbagai cobaan. Dengan iman, Allah akan menjadikan hati semakin istiqomah dalam menempuh perjalanan hidup yang singkat ini. Allah SWT berfirman, “Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat.” (QS. Ibrahim : 27). Kehidupan di akhirat di sini maksudnya kehidupan dalam kubur.

Bekal kedua ialah amal shalih, dengan amal shalih inilah yang akan memasukkan kita ke dalam surga. Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya Allah memasukkan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang shalih ke dalam surga-surga yang bawahnya mengalir sungai-sungai.” (QS Al Hajj: 14)

Terkait dengan bekal menuju akhirat itu, Rasulullah SWA, 14 abad silam pernah mengingatkan kita dalam sabdanya, ”Jadilah engkau di dunia ini seakan-akan orang asing atau pengembara.” Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu berkata, “Jika engkau berada di waktu sore hari, maka jangan menunggu pagi hari dan jika engkau di pagi hari janganlah menunggu sore. Pergunakanlah waktu sehatmu sebelum kamu sakit dan pergunakanlah waktu hidupmu sebelum kamu mati.” (HR.Bukhari).

Kapolda Sulbar Brigjen Pol Baharuddin Djafar memberikan Tausyah di Masjid Jami Al Muttaqin, Yayasan Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an.

“Jadi saudaraku, persiapkan bekal sebanyak mungkin untuk menuju perjalanan panjang yang melelahkan dalam kehidupan yang kekal lagi abadi,” ucap Kapolda diakhir tausyahnya.

(fitri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *