Kapolda: Sambut Tahun Baru Dengan Dzikir, Jangan Musik

Gambar Kapolda: Sambut Tahun Baru Dengan Dzikir, Jangan Musik Kapolda Sulbar, Brigjen Pol Drs. Baharudin Djafar, M.Si

Mapos, Mamuju – “Perbanyak Dzikir jangan Musik”.

Hal ini di sampaikan langsung Kapolda Sulbar Brigjen Pol Drs. Baharudin Djafar, M.Si menjelang tahun baru 2019 kepada seluruh masyarakat Sulawesi Barat untuk mendatangkan berkah dan menolak bala.

Kapolda Sulbar, Brigjen Pol Drs. Baharudin Djafar, M.Si

Larangan musik sendiri dalam Islam sudah sangat tegas pengharamannya. Sebagaimana dijelaskan Rasullullah Sallalahu Alaihi Wasallam bahwa akan ada umat diakhir zaman yang menghalalkan Zina, menghalkan kain sutra bagi lelaki, menghalalkan khamar dan menghalalkan Alat-alat musik.

“Tak hanya itu empat Iman Mazhab seluruhnya sepakat saat membahas musik seluruhnya mengharamkan mulai dari Mazhab Hambali, Syafii, Maliki dan Hanafi,” tutur Kapolda, Minggu (30/12/2018).

Terlepas dari itu semua, jika mengingat atau membandingkan musik dengan kebiasaan berdzikir atau membaca Al-Qur’an terkadang musik memang membawa dan mengundang musibah.

“Terus kenapa kita tidak mulai mengganti kebiasaan kita dengan Dzikir atau bacaan Al-Qur’an yang lebih menenangkan dan melapangkan hati yang terpenting akan membawa berkah untuk negeri ini?,” katanya.

Manfaat Dzikir dan bacaan Al-Qur’an akan memudahkan pelakunya untuk berlapang dada dan lebih dekat dengan dengan Allah Azza Wajallah sehingga segala urusan kita di dunia akan terasa dimudahkan Insha Allah.

“Untuk itu, kami kembali mengajak masyarakat Sulawesi Barat agar mengisi moment tahun baru dengan Dzikir atau bacaan Al-Qur’an agar negeri ini lebih dirahmati dan di jauhkan dari musibah,” tuturnya.

Kabid Humas AKBP Hj. Mashura, SH dalam hal ini menghimbau dan membenarkan larangan musik dalam Islam.

“Mari budayakan dzikir dan bacaan Al-Qur’an menyambut tahun baru Masehi 2019,” katanya.

Kabid Humas AKBP Hj. Mashura, SH

Terkait rencana acara musik dengan mengundang artis ibukota yang melahirlan penolakan, Mashura menegaskan bahwa Polda Sulbar tidak permah mengeluarka ijin itu.

Surat ini  yang dikeluarkan hanya kegiatan dzikir.

“Justru Polda Sulbar telah mengirim surat untuk meninjau kembali rencana pentas artia itu. Mengingat kita harus empati dengan bencana-bencana yang ada. Jadi Polda belum mengeluarkan ijin. Namun yang ada, surat untuk meninjau kembali rencana tersebut serta mengaak untuk dzikir bersama,” tutupnya.

(*)