Kapolda Release Kasus Pembunuhan Wartawan, Ini Kronologinya

Gambar Kapolda Release Kasus Pembunuhan Wartawan, Ini Kronologinya

Mapos, Mamuju – Kematian wartawan Demas Laira di Dusun Tobinta Kabupaten Mamuju Tengah akhirnya berhasil diungkap oleh Ditreskrimum Polda Sulbar pada hari selasa (20/10/20).

Dalam konferensi persnya pada hari Rabu (21/10/20) di Mapolres Mamuju Tengah, Kapolda Sulbar Irjen Pol Eko Budi Sampurno menjelaskan bahwa Polda Sulbar dibantu Bareskrim Mabes Polri dan Jatanras Polda Sulsel, berhasil mengamankan 6 orang yang diduga kuat sebagai pelaku.

“Kami dibantu tim dari Bareskrim Mabes Polri dan Jatanras Polda Sulsel sudah mengamankan 6 orang pelaku,” kata Eko.

Diakui, pengungkapan kasus ini agak sulit. Mengingat tempat kejadian perkara (TKP) berada di wilayah yang jauh dari permukiman nasyarakat dan tidak terjangkau oleh jaringan seluler.

“Namun hal tersebut tidak mematahkan semangat personil di lapangan. Sesuai dengan motto Polda Sulbar Tidak mudah bukan berarti tidak bisa,” jelas Kapolda.

Dia menegaskan, kematian wartawam online di Mamuju Tengah Demas Laira (28) tidak terkait dengan dengan pemberitaan.

Eko menyatakan, para tersangka dengan korban tidak saling mengenal, tapi karena sakit hati rekan prempuannya diganggu maka para tersangka melakukan pembunuhan meskipun itu tidak direncanakan. 

“Pada malam kejadian sekitar pukul 11 malam, seorang prempuan pulang dari tempat kerja sebuah koperasi, di tengah perjalanan korban Demas Laira menanyakan nama jalan sampai sampai menarik jilbab tersebut dan membuat perempuan terjatuh. Prempuan lalu menelpon rekan kerjanya. Setelah itu, para tersangka mengejar korban sehingga terjadi pembunuhan meskipun tidak direncanakan,” terangnya. 

Dari kasus tersebut, lanjutnya, Polda Sulawesi Barat dibantu tim Mabes Polri dan Polda Sulsel berhasil menangkap enam pelaku yang telah dijadikan tersangka.

“Bahwa dua dari tersangka adalah kakak korban prempuan yang diganggu oleh Demas Laira,” ujarnya. 

Diungkapkan, para tersangka diamankan di tempat yang berbeda, satu diantaranya hingga di Provinsi Gorontalo. 

Alhamdulillah, para tersangka berhasil kami tangkap, apa yang menjadi tanggung jawab kami bisa kami selesaikan meskipun membutuhkan waktu yang lama,” pungkasnya.

Kabid Humas Polda Sulbar AKBP. Syamsu Ridwan, mengatakan, saat ini para pelaku berikut barang buktinya berupa 5 unit sepeda motor dan 6 buah handphone telah dimankan di Mapolres Mamuju tengah.

Sementara 1 org pelaku di perjalanan dari Gorontalo ke Mamuju. Atas perbuatannya pelaku dijerat dengan pasal 338 Subs 170 Ayat 3 KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal 20 Tahun Penjara.

(*)

Baca Juga