Kadis Perhubungan dan Tenaga Ahli Gubernur Sulbar Diusir

Peristiwa

Mapos, Mamuju – Lantaran dinilai tidak ada kaitannya dengan tuntutan Aliansi Masyarakat Majene atas kebijakan Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar terhadap hak partisipasi atau participating interest (PI) Migas Blok Sebuku, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sulbar Khaeruddin Anas dan Tenaga Ahli Gubernur Sulbar Bidang Pemerintahan Maemunis Amin diusir dari ruang rapat DPRD Provinsi Sulbar Senin (16/7/2018).

Salah seorang wakil Aliansi Masyarakat Majene (AMM) Adi Ahsan dengan nada geram menyebut bahwa jabatan Khaeruddin Anas tidak relevan mewakili Pemprov Sulbar maupun ABM.

Bahkan kata Adi, persoalan PI yang pernah ditangani Khaeruddin Anas sampai sekarang tidak pernah tuntas.

Demikian pula dengan Maemunis. Dia disebut oleh wakil AMM Irfan Syarif datang ke pertemuan tersebut tanpa dasar yang jelas.

“Saya minta saudara menunjukkan surat tugas sebagai syarat formil mewakili seseorang dalam sebuah pertemuan,” kata Irfan Syarif.

Dari hasil perdebatan yang cukup alot sehingga kedua orang sebagai wakil dari ABM berhasil dikeluarkan dari pertemuan tersebut atas perintah pimpinan rapat.

Akhirnya, pertemuan dilanjutkan dengan membahas soal bagi hasil atas participating interest (PI) Migas Blok Sebuku di Pulau Lerek-lerekang.

Hasil kesimpulan PI tersebut berbuah manis. Oleh pihak Pansus DPRD Provinsi Sulbar dan salah seorang legislator wakil Kabupaten Majene Andi Irfan Sulaiman Ballima Lipu menyebut bahwa Perda BUMD Migas Blok Sebuku sudah dibahas.

Tenaga Ahli Gubernur Sulbar, Maemunis Amin saat mengikuti rapat di ruang Komisi DPRD Sulbar.

“Kita tetap pada keputusan awal yaitu 50.50. Harga mati itu,” tegas Andi Irfan Sulaiman Balimalipu.

(ipunk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *